Namun, pertumbuhan UMKM yang semakin banyak tidak diikuti dengan semakin mudahnya pembiayaan. Masih ada beberapa sektor UMKM yang belum mendapatkan akses permodalan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyebutkan bahwa pihaknya kini sudah menyiapkan beberapa alternatif pembiayaan baru untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan membuat papan pengembangan UMKM, aturan sedang disiapkan. Itu juga untuk memperluas akses permodalan," jelas Muliaman di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).
Selain itu, pelaku UMKM juga bisa mendapatkan tambahan modal usahanya lewat skema modal ventura. Modal ventura adalah model pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan atau UMKM untuk jangka waktu tertentu.
"Oleh karena itu modal ventura misalnya yang kami dorong aturan disederhanakan oleh saya. Modal ventura harus dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM," ujar Muliaman.
Selain itu, adanya crowdfunding juga bisa menjadi alternatif pembiayaan untuk pengembangan UMKM. Crowdfunding adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memberikan pendanaan untuk suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet.
"Crowdfunding, modal ventura, kredit bank, sampai menjadi perusahaan publik menjadi spektrum pembiayaan bagi UMKM," tutup Muliaman.
Tentunya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke UMKM juga akan terus dimaksimalkan. Sehingga tambahan modal tidak hanya dirasakan di sektor-sektor tertentu saja. (dna/dna)











































