Terkait hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat jangan terpengaruh isu tersebut.
"Enggak usah direspons lah (isu rush money). Karena masih ada orang yang rasional. Masa mau menarik dananya, sementara dia deposito dia simpan duitnya, untuk keperluannya," ungkap Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Dumoly F. Pardede di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat Indonesia kan sudah banyak yang rasional, dia (hanya) tarik duit untuk keperluannya, bayar bensin, bayar anak sekolah, bayar berobat, dan dia itu duit ditabung-tabung untuk biaya kehidupannya, (apa) mau di-rush? Itu kan emosional," ujarnya.
Dengan merebaknya isu rush money tersebut, dirinya juga mengaku, tidak mempersiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan itu. Pihaknya hanya terus mengingatkan masyarakat agar tidak ikut terpengaruh isu rush money.
"Enngak ada (persiapan khusus). Kita siap-siap saja, saya kira kita mengimbau saja lah untuk masyarakat (tidak terpengaruh isu)," tutup dia. (drk/drk)











































