Bank Indonesia Akui Terus Jaga Rupiah di Pasar

Bank Indonesia Akui Terus Jaga Rupiah di Pasar

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2005 13:47 WIB
Jakarta - Bank Indonesia mengaku terus memantau dan tetap berada di pasar untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah yang siang ini terpantau di Rp 9.470 per US$ 1. Bahkan Bank Indonesia juga bermaksud menaikan suku bunga SBI agar likuiditas di pasar terserap dan tidak digunakan untuk spekulasi.Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Maulana Ibrahim kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (6/4/2005)."Kita akan melakukan tindakan yang merupakan kewenangan kita yaitu dengan lelang SBI untuk meredam dan menstabilkan kondisi likuiditas," kata Maulana Ibrahim.Namun saat ditanya wartawan mengenai berapa kenaikan suku bunga SBI, Maulana menolak berkomentar. "Saya kira nanti sore akan ketahuan. Kan proses bidding-nya belum tahu. Itu akan tergantung dari proses bid dan offer dari SBI sendiri," tegasnya.Soal BPRSementara menyangkut kondis Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Maulana Ibrahim menyatakan bahwa sejauh ini Bank Indonesia belum akan melakukan pencabutan izin bagi BPR lagi. " Ya sejauh ini baru yang 42 BPR itu," ungkapnya.Maulana juga menegaskan bahwa lembaga yang berwenang melakukan pencabutan izin termasuk likuidasi BPR hanyalah Bank Indonesia sehingga bank-bank umum yang melakukan linkage program dengan BPR tidak bisa melakukannya."Bank umum ya jelas tidak bisa dong, kan kewenangan untuk mencabut ada di Bank Indonesia," tegasnya. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads