Sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), nilai tukar peso memang terus menurun. Sebab banyak rencana Trump yang bakal merugikan Meksiko.
Carstens sendiri pernah menyamakan Trump dengan topan badai kategori 5, karena kebijakannya yang merugikan Meksiko. Bila tidak mengundurkan diri, Carstens baru akan mengakhiri masa jabatan pada 1 Juli 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari AFP, Jumat (2/12/2016), Carstens pernah menjabat sebagai deputy managing director di International Monetary Fund (IMF), dan menjadi menjadi Gubernur Bank Sentral di 2010 setelah sebelumnya menjabat Menteri Keuangan Meksiko pada 2006-2010.
Setelah berita ini, nilai tukar peso terhadap dolar AS turun 1,2%. Sejak Trump memenangkan kampanye calon presiden AS pada 8 November 2016 lalu, nilai tukar peso anjlok hampir 10%.
Kondisi membuat bank sentral Meksiko harus menaikkan suku bunga acuannya hingga 0,5%.
Meksiko memang tengah menjadi 'korban' dari janji kampanye Trump. Saat kampanye, Trump menyerang imigran Meksiko sebagai kriminal, dan berencana membangun tembok di perbatas AS-Meksiko. Trump akan mulai bertugas sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2017.
Pelaku pasar keuangan gugup mendengar rencana proteksionisme oleh Trump, yang akan merugikan Meksiko sebagai salah satu mitra dagang. Dan AS merupakan negara tujuan ekspor terbesar Meksiko. (wdl/wdl)











































