Kartu ini memiliki berbagai manfaat, yaitu memudahkan para pekerja Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura dalam mengakses informasi terkait ketenagakerjaan serta menjadi kartu perlindungan bagi TKI. Untuk mendapatkannya tidak ada biaya sama sekali alias gratis.
Kartu yang sama juga berfungsi sebagai kartu yang dapat digunakan pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM). BNI menerbitkannya sebagai kartu Co-Branding berbasis Kartu Debit BNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duta Besar RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya menjelaskan, kartu ini dibuat terutama untuk meningkatkan perlindungan bagi para TKI di Singapura. Perlindungan itu misalnya terkait hak-hak ketenagakerjaan, bantuan hukum, dan pelayanan-pelayanan lainnya.
"Ini wujud kongkret upaya peningkatan perlindungan terhadap TKI di luar negeri, dilakukan dengan KPIS oleh BNI di Singapura, khususnya untuk Penata Laksana Rumah Tangga. Tujuan utamanya, KBRI punya tugas utama memberi perlindungan. Bisa berupa dalam menjamin hak-hak tenaga kerja, termasuk pemberian gaji minimal, dan fasilitas-fasilitas lain ketika menghadapi permasalahan. Kami selalu memberi pelayanan," kata Swajaya saat ditemui di Kantor Kedubes RI untuk Singapura, Minggu (5/12/2016).
Dengan memiliki KPIS, TKI bisa memperoleh informasi-informasi terkait hak dan kewajiban tenaga kerja, melaporkan pengaduan ke KBRI, hingga meminta bantuan hukum dari KBRI.
"Satu, mereka memperoleh informasi yang komprehensif soal hak dan kewajiban mereka, termasuk kontrak kerja. Kedua, akses untuk pengaduan-pengaduan kalau ada permasalahan. Ketiga, kalau ada TKI bermasalah mereka juga bisa langsung datang ke sini, bisa kita fasilitasi. Atau kalau mereka terlibat masalah hukum, KBRI bisa memberi bantuan hukum," paparnya.
Swajaya menjelaskan, di KPIS ada barcode yang bisa dibaca dengan smartphone. Dari situ bisa diperoleh berbagai informasi dari KBRI, mulai dari kegiatan pelatihan-pelatihan yang diadakan KBRI hingga panduan untuk investasi emas di PT Pegadaian.
"Di kartu itu sudah ada barcode, nanti bisa keluar berbagai informasi di smartphone, itu mudah sekali. Misalnya ada info soal pelatihan-pelatihan khusus, buku panduan online, tabungan emas bekerja sama dengan PT Pegadaian, kegiatan KBRI," ucapnya.
Dia menambahkan, di hari pertama ini sudah 2.411 KPIS diterbitkan. Diharapkan semua TKI di Singapura yang berjumlah sekitar 140.000 orang bisa terdata dengan akurat lewat KPIS ini.
"Total ada 2.411 KPIS yang kita terbitkan per hari ini. Saya yakin tiap minggu akan ada yang datang mendaftar. Untuk diketahui, memperoleh kartu itu gratis tanpa biaya sepeser pun. Jumlah TKI yang sudah mendaftar ke KBRI ada 76.430, orang diperkirakan ada sekitar 140.000 orang total TKI di Singapura. Kita harapkan yang tidak lewat KBRI pun mendaftar dan mendapatkan kartu," tutupnya. (drk/drk)











































