Dengan kerja sama yang dilakukan Bank Mandiri dan DKPP ini bakal menambah 7.000 agen branchless banking Bank Mandiri di seluruh Indonesia.
Lantas, apa manfaat yang akan diperoleh masyarakat dari kerja sama Bank Mandiri dengan perluasan Brancless Banking tersebut?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam operasinya, agen branchless banking memanfaatkan toko kelontong atau usaha rumahan lainnya yang sudah dikenal masyarakat sekitar. Meski bentuknya yang sederhana, namun layanan yang diberikan sudah selayaknya kantor cabang bank mandiri. Masyarakat bisa melakukan transfer uang, menabung, hingga membayar iuran BPJS.
Selain lebih sederhana, agen branchless banking umumnya adalah sosok yang sudah dikenal sehingga pengenalan produk-produk keuangan ke masyarakat akan lebih mudah di masa depan.
"DKPP itu kan punya tugas untuk melayani nasabah unbanked yang di wilayah-wilayah. Misalnya di Bekasi, orang mau ke bank kan jauh, terus mau beli pulsa juga jauh. Jadi, lebih banyak orang yang bisa terjangkau untuk bertransaksi keuangan. Dengan agen-agen DKPP yang tersebar 12 ribu, dan yang benar-benar sangat ada 7000 tersebar di seluruh wilayah Indonesia itu akan menjadi ujung tombak kita, yang kita taruh menjadi seperti Bank, jadi mereka mau beli pulsa lewat situ, mau setor duit juga bisa lewat situ, mau bayar BPJS juga bisa" terang Kartini di Kantor Pusat DKPP, Jakarta Timur, Senin (5/12/2016).
Kartini menambahkan, bahwa sebetulnya setiap orang dapat menjadi agen branchless banking dari Bank Mandiri. Dengan menjadi agen tersebut, masyarakat juga bisa mendapatkan keuntungan.
"Karena agen-agen itu mendapat fee dari setiap transaksi. Jadi sebenarnya, ibu rumah tangga, anak sekolah, mereka bisa jadi agen dan dapat fee, jadi itu juga bisa menambah pencaharian orang," tuturnya. (dna/dna)











































