Penarikan dana dalam jumlah besar oleh investor di banyak negara berkembang termasuk Indonesia karena rencana kebijakan Trump yang akan membangun infrastruktur besar-besaran sekaligus memotong tarif pajak yang cukup signifikan.
Pembangunan infrastruktur dalam jumlah besar dan terbatasnya APBN AS memungkinkan pemerintah AS menerbitkan surat utang dengan imbal hasil yang terbilang tinggi. Sehingga investor ramai berinvestasi di denominasi dolar AS yang dinilai lebih stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mampu investasi untuk ciptakan competitiveness jadi respons baik Trump bisa kita counter (lawan). Makanya penting perusahaan untuk jaga profitability untuk surplus dan reinvest dan masyarakat investasi di bank dan pasar modal," kata Sri Mulyani di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).
Dengan jumlah investor dalam negeri yang besar, maka gejolak ekonomi global tidak akan berdampak begitu besar ke Indonesia.
"Ini akan jadi salah satu shock absorber kita," tutur Sri Mulyani. (drk/drk)











































