Direktur Mikro BRI, Mohammad Irfan menjelaskan, demi mendukung itu pihaknya juga memberikan pembiayaan kredit terhadap para pelaku UMKM. Namun begitu, dalam memberikan kredit, kata Irfan, BRI harus melihat segmentasi dari pelaku UMKM untuk dapat melihat besaran kredit yang diberikan.
"Kredit itu harus mengikuti konsep prudential banking, konsep kehati-hatian. Jadi kita enggak bisa kasih kredit kalau nggak ada permintaan, jadi harus jelas dulu demand for kreditnya itu seberapa besar, di segmen mana, usaha apa, itu harus jelas," kata Irfan kepada detikFinance, di Jakarta, Sabtu (17/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terpenting, kata dia, saat ini sebetulnya para pelaku usaha lebih membutuhkan hal lain dibandingkan dana, yakni seperti pelatihan dan pembinaan.
"Kita akan evaluasi satu persatu, kalau bantuan itu enggak selalu dengan dana. Jadi kalau melihat hasil survei, yang dibutuhkan UMKM atau pengusaha itu nomor satu bukan dana, tapi sosialisasi," terang dia.
"Maka itu kita berikan fasilitas pelatihan digitalisasi, pembinaan, serta tentang hak cipta. Jadi supaya produk bisnis mereka lebih berkualitas," tutur Irfan. (hns/hns)











































