"Kalau yang namanya infrastruktur undisbursed-nya memang masih besar karena memang tidak mudah ada pembebasan lahan dan sebagainya, dari total komitmennya itu undisbursed-nya cukup tinggi," kata Senior Excecutive Vice President Bank Mandiri, Alexandra Askandra, di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (27/12/2016).
Ia mengatakan ada sekitar 20% kredit yang masih menganggur dari total komitmen yang tersalurkan. Di mana hingga Oktober 2016, komitmen pembiayaan Bank Mandiri ke sektor infrastruktur mencapai Rp 96,9 triliun, meningkat 53% secara tahunan atau year on year (yoy).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, proyek jalan tol menjadi penyumbang terbesar kredit menganggur hingga kini. Hal itu karena proyek tersebut paling banyak dibangun beberapa tahap atau per seksi sehingga penyaluran kreditnya pun tidak terserap secara cepat.
"Seperti jalan tol yang memang size-nya besar. Komitmen kita biasanya untuk satu tol kan biasanya triliunan, tapi yang bisa di-disbursed-kan biasanya per seksi," ungkapnya.
Dia berharap para debitur segera merealisasikan kredit yang menganggur tersebut. Namun, memang hal tersebut tergantung dengan kondisi masing-masing proyek sehingga ia tidak dapat memaksa debitur untuk menarik dana pinjaman tersebut.
"Kalau dari sisi bank itu kita pengen segera direalisir. Kita betul-betul tergantung kondisi di proyeknya karena sepanjang sudah dipenuhi semua term of condition-nya seharusnya bisa di-bursed atau dibalik lagi apakah memang sudah siap di lapangan ini sangat tergantung juga kepada sponsor dari proyeknya," kata Sandra.
Meskipun masih ada kredit menganggur, Bank Mandiri tetap akan menyalurkan kredit kepada sektor infrastruktur tahun depan. Ia berharap tahun 2017 dapat tumbuh double digit untuk penyaluran kredit di sektor infrastruktur ini.
"Kita juga maunya tumbuh double digit, harusnya kita lihat, kereta api ini contohnya, kita kereta (PT KAI) sudah ada rencana lagi ini (rencana kredit). Tahun depan kuartal I kita pasti ada komitmen lagi untuk kereta api. Untuk infrastruktur masih butuh pinjaman, untuk proyek jalan tol, LRT, dsb," imbuhnya.
Seperti diketahui, per Oktober komitmen pembiayaan Bank Mandiri ke sektor infrastruktur mencapai Rp 96,9 triliun. Dari nilai tersebut, komitmen pembiayaan terbesar Bank Mandiri diberikan ke proyek-proyek di sektor transportasi yang mencapai Rp 37,1 triliun dan proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp 32,1 triliun. Sementara komitmen pembiayaan Bank Mandiri pada sektor perkeretaapian hingga akhir Desember 2016 ini telah mencapai Rp 4,8 triliun. (ang/ang)











































