Sri Mulyani Anggap Riset JPMorgan Rusak Psikologis Investor

Sri Mulyani Anggap Riset JPMorgan Rusak Psikologis Investor

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 03 Jan 2017 14:52 WIB
Sri Mulyani Anggap Riset JPMorgan Rusak Psikologis Investor
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Hasil riset JP Morgan Chase Bank yang berjudul 'Trump Forces Tactical Changes' pada 13 November 2016 lalu menjadi biang keladi kemarahan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Kontrak kemitraan JP Morgan dan Kementerian Keuangan pun akhirnya harus diputus.

Sri Mulyani menjelaskan, kondisi ekonomi suatu negara dipengaruhi dua hal penting. Pertama adalah dari sisi fundamental dan kedua yaitu psikologis investor. Riset JP Morgan menyentuh sisi psikologis tersebut.

"Faktor psikologis sangat penting bagi seluruh lembaga yang menjadi partner pemerintah, untuk juga memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi menurut Sri Mulyani, JPMorgan memiliki nama besar di dunia keuangan internasional. Sehingga seharusnya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan riset, karena mempengaruhi keputusan investor saat mengeluarkan modalnya.

"Lembaga-lembaga yang memiliki nama besar memiliki tanggung jawab penting juga untuk menciptakan psikologi yang positif. Bukannya melakukan apa yang disebut missleading dalam hal ini," tegas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menghargai segala jenis riset yang dihasilkan oleh lembaga mana pun. Akan tetapi bila itu berdasarkan indikator yang tidak tepat, maka kredibilitas hasil riset juga akan menjadi pernyataan besar. Lembaga riset juga seharusnya dapat mempertanggungjawabkan hasil yang dikeluarkan.

"Kami menghormati seluruh produk-produk oleh siapa pun saja lembaga riset. (Tapi perhatikan) dari sisi tingkat akurasi, kredibililitas, metodologi, dan assesment-nya. Semakin besar maka mereka memiliki tanggung jawab lebih besar, dari sisi kualitas dan kemampuan untuk menciptakan confident," paparnya.



(mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads