Sri Mulyani menjelaskan, kondisi ekonomi suatu negara dipengaruhi dua hal penting. Pertama adalah dari sisi fundamental dan kedua yaitu psikologis investor. Riset JP Morgan menyentuh sisi psikologis tersebut.
"Faktor psikologis sangat penting bagi seluruh lembaga yang menjadi partner pemerintah, untuk juga memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lembaga-lembaga yang memiliki nama besar memiliki tanggung jawab penting juga untuk menciptakan psikologi yang positif. Bukannya melakukan apa yang disebut missleading dalam hal ini," tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani menghargai segala jenis riset yang dihasilkan oleh lembaga mana pun. Akan tetapi bila itu berdasarkan indikator yang tidak tepat, maka kredibilitas hasil riset juga akan menjadi pernyataan besar. Lembaga riset juga seharusnya dapat mempertanggungjawabkan hasil yang dikeluarkan.
"Kami menghormati seluruh produk-produk oleh siapa pun saja lembaga riset. (Tapi perhatikan) dari sisi tingkat akurasi, kredibililitas, metodologi, dan assesment-nya. Semakin besar maka mereka memiliki tanggung jawab lebih besar, dari sisi kualitas dan kemampuan untuk menciptakan confident," paparnya.
(mkl/wdl)











































