Menurut Sri Mulyani, kritik sangat dibutuhkan untuk membangun negara. Akan tetapi seharusnya kritik disertai dengan unsur kredibilitas, akuntabilitas serta tangung jawab yang tinggi.
"Kami dalam hal ini tidak menutup diri. Bahkan membuka diri terhadap semua kritik, karena itu penting untuk memperbaiki diri," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perlu untuk mendengar apa pandangan dari masyarakat luar atau dari lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi karena kami tahu bahwa kami juga melakukan perbaikan. Seperti kami melakukan perbaikan dan reformasi bahwa penerimaan negara harus diperbaiki. Kami melakukan itu," paparnya.
Sri Mulyani menyambut baik segala jenis kritik dan tidak menutup kemungkinan bahwa usulan dari pihak tersebut akan dijalankan pada kebijakan selanjutnya.
"Kami tidak segan untuk melakukan koreksi ini karena kami percaya bahwa hubungan tadi yang sifatnya profesional kredibel akuntabel sama-sama menguntungkan dan bermanfaat itu sangat penting," tegas Sri Mulyani. (mkl/dna)











































