Pemerintah Tawarkan Lagi Obligasi Internasional

Pemerintah Tawarkan Lagi Obligasi Internasional

- detikFinance
Selasa, 12 Apr 2005 14:53 WIB
Jakarta - Pemerintah saat ini mulai tawarkan lagi obligasi internasional senilai US$ 1 miliar. Pemerintah pun akan melakukan evaluasi dalam waktu 2 hari ini apakah akan jadi menerbitkan ataukah tidak.Demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan Jusuf Anwar dan Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (12/4/2005)."Kita baru mulai (jual). Untuk Clossing kita masih akan evaluasi dalam waktu maksimal 48 jam yakni malam ini dan besok," kata Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P Nasution.Dalam kesempatan itu Mulia menyatakan bahwa pemerintah pun belum menetapkan dalam tingkat yield berapa obligasi itu akan diterbitkan. "Untuk yield terserah nanti. Investor menawarkan ke joint lead manager," ungkapnya.Pemerintah telah menetapkan Citigroup, Deutsche Securities, dan UBS Securities sebagai joint lead manager serta JP Morgan dan Credit First Suisse Boston (CFSB) sebagai co-lead manager.Berjangka 10 TahunHal yang lebih jelas diungkapkan oleh Menkeu Jusuf Anwar. "Pemerintah mengumumkan akan mulai masuk pasar pada suatu benchmark size untuk jangka waktu 10 tahun. Jadi akan jatuh tempo pada 2015. Global bond ini akan dicatat di Luxemburg," tegas Menkeu.Disebutkannya global koordinator yakni Citigroup, Deutsche Securities, dan UBS Securities sebagai joint lead manager serta JP Morgan dan Credit First Suisse Boston (CFSB) sebagai co-lead manager sedangan melakukan proses book building hari ini. "Saya belum bisa bahas mengenai yield-nya. Kita akan masuk pasar pada saat yang tepat dengan harga yang tepat," terangnya.Menurut Jusuf Anwar, pemerintah mempunyai patokan treasury rate yang ditentukan di pasar luar negeri. "Spread kita juga lebih rendah dari tahun yang lalu karena rating kita lebih tinggi. Final cost-nya kita bisa mengharapkan lebih rendah," ujar Menkeu. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads