Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon menyebutkan, tren pertumbuhan kredit ekspor impor sudah mulai dirasakan sejak akhir tahun 2016.
"Kredit ekspor impor sudah positif. Sudah yang tadinya negatif cukup lama sekarang sudah positif," jelas Nelson di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emang enggak pernah dilarang bank. Risk management keputusan mereka sendiri, kita enggak pernah larang," tutur Nelson.
Berdasarkan data OJK hingga Oktober 2016 tercatat kredit ekspor naik sebesar 4,47 % (year on year/yoy) menjadi Rp 90,69 triliun. Sedangkan untuk kredit impor turun 20,87 % (yoy) menjadi Rp 48,9 triliun.
Selain itu, pertumbuhan kredit secara rata-rata di 2016 tercatat tumbuh mendekati 9%. Hingga November 2016, pertumbuhan kredit tercatat mendekati 6% dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun mendekati 9%.
"2016 year to date masih sedikit di bawah 6% sampai November 2016. Desember biasanya 2-2,5%, berarti mendekati 9%," jelas Nelson.
Kemudian, pertumbuhan kredit di tahun ini berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) tercatat berada di kisaran 9-13%. (hns/hns)











































