ADVERTISEMENT

Mengenal Rectoverso Pada Logo BI di Rupiah Desain Baru

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 13 Jan 2017 17:49 WIB
Foto: Dok.BI
Jakarta - Setelah ramai dituduh mirip mata uang China, yuan, kini ada pihak juga menuding adanya simbol terlarang palu arit pada lembaran uang rupiah desain baru.

Pihak Bank Indonesia sendiri telah menjelaskan, simbol yang dituding mirip gambar palu arit oleh beberapa pihak itu merupakan logo dari Bank Indonesia sendiri. Berikut penjelasan BI dalam video singkat yang dikutip detikFinance, Jumat (13/1/2017)

Logo tersebut dibuat dengan metode bernama rectoverso atau gambar saling isi. Penggunaannya bertujuan sebagai unsur pengaman uang kertas rupiah untuk melindungi uang dari pemalsuan. Unsur pengaman rectoverso adalah teknik yang juga diterapkan pada uang kertas dari negara lain. Masyarakat sendiri dapat cukup mudah mengenalinya dengan cara diterawang.

Unsur pengaman rectoverso dipakai mengingat sangat sulit untuk dibuat, karena menggunakan alat cetak dan ketepatan atau presisi yang tinggi. Jadi memang perlu suatu teknik cetak khusus pada uang kertas, yang memecah sebuah gambar menjadi dua bagian. Di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

Rectoverso pada logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal untuk ganbar seperti ornamen yang tidak beraturan. Namun, apabila diterawang, rectoverso akan terlihat sebuah gambar yang utuh membentuk logo Bank Indonesia. Rectoverso tidak dirancang untuk membentuk atau dimaknai sebagai gambar, atau simbol lain selain logo dari Bank Indonesia.

Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo Bank Indonesia telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.

Mengenal Rectoverso Pada Logo BI di Rupiah Desain BaruFoto: Dok.BI
(mkj/mkj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT