JK: Bank Bukan Lagi yang Kantornya Bagus, Tapi Teknologinya Canggih

JK: Bank Bukan Lagi yang Kantornya Bagus, Tapi Teknologinya Canggih

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 13 Jan 2017 23:59 WIB
JK: Bank Bukan Lagi yang Kantornya Bagus, Tapi Teknologinya Canggih
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kemajuan teknologi informasi dalam dunia perbankan begitu bermanfaat. Dengan adanya kemajuan teknologi tersebut, transaksi nasabah tidak lagi harus melewati kantor cabang atau ATM.

Saat ini, nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi perbankan hanya dengan satu sentuhan lewat mobile banking. Tentunya kemudahan ini bisa didapatkan oleh bank yang memiliki sistem IT yang bagus.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, bank yang bagus saat ini bukan yang kantornya bagus saja, melainkan juga bank yang memiliki teknologi canggih untuk memudahkan transaksi nasabahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu bank baik adalah bank bagus, kantornya mewah yang marmer, bukan lagi jamannya seperti itu. Karena orang bukan lagi transaksi di kantor apa tapi di kantongnya. Di manapun bisa transaksi," jelas JK dalam acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan OJK di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).

"Bank baik punya teknologi baik, bukan lagi kantor baik," lanjut JK.

Persaingan industri keuangan ke depan bakal menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi sebagai kemudahan transaksi. "Mari bersaing dengan seperti itu. Banyak hal yang baik kita laksanakan," kata JK.

JK juga berpesan, agar bank tidak melulu mengambil keuntungan yang begitu besar dari bunga kredit yang tinggi. Pemerintah juga akan memacu perbankan untuk menerapkan bunga kredit ke arah single digit.

"Jangan lagi anda semua besar mendapatkan keuntungan dari bunga tinggi. Pemerintah akan ambil kebijakan keadilan," tutur JK.

Di sisi lain, OJK juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 12%. Angka ini mengalami kenaikan dari pertumbuhan kredit tahun lalu yang mendekati 9%.

"Nanti bisa kami perkirakan antara 9-12%. Artinya industri keuangan diminta mendorong pertumbuhan kredit double digit kalau bisa," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad dalam kesempatan yang sama. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads