Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Jan 2017 19:39 WIB

Di Mana Dana Haji Disimpan?

Gibran Maulana Ibrahim - detikFinance
Foto: Menag Lukman Hakim Saifuddin (Andhika Prasetya/detikcom) Foto: Menag Lukman Hakim Saifuddin (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Dana haji yang masuk melalui Kementerian Agama (Kemenag) disimpan pada tiga instrumen keuangan, yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito berjangka perbankan syariah.

Instrumen tersebut dipilih karena telah memenuhi persyaratan, yaitu aman, bermanfaat serta likuid alias mudah dicairkan. Demikianlah disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/1/2017).

"Penempatan dana-dana haji harus memenuhi 3 kriteria persyaratan. Pertama harus terjamin keamanannya, dua dia harus memiliki nilai manfaat yang ketiga memiliki likuiditas yang baik artinya likuid," ungkapnya.

"Atas dasar itulah seluruh dana dana haji itu ditempatkan di SBSN yang berbasis syariah, surat berharga syariah negara, lalu yang kedua untuk membeli Surat utang negara, SUN, dan yang ketiga ditempatkan di deposito berjangka di bank bank syariah," jelas Lukman.

Lukman menyatakan, dana haji tidak ditempatkan pada pembangunan infrastruktur. Ia mengakui adanya wacana yang berkembang perihal tersebut, akan tetapi hingga sekarang belum ada pembicaraan.

"Kami dalam posisi memberikan sepenuhnya kewenangan pada BPKH. Karena nanti BPKH Itulah yang oleh undang undang mendapatkan mandat untuk bagaimana menginvestasikan dana dana itu ke dalam bentuk investasi seperti apa," tandasnya.


(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com