JPMorgan Bisa Daftar Jadi Agen Penjual SUN Lagi Tahun Depan

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 18 Jan 2017 10:38 WIB
Foto: Dok. Reuters
Jakarta - JPMorgan Chase Bank baru saja mengeluarkan riset terbaru atas pasar keuangan di Indonesia. Hasilnya cukup mengejutkan, karena peringkat saham Indonesia berubah dari underweight menjadi netral.

Meski hasilnya cukup manis, akan tetapi tidak bisa membawa JPMorgan kembali menjadi dealer utama Surat Utang Negara (SUN). Butuh waktu selama 12 bulan untuk mendaftarkan kembali ke Kementerian Keuangan.

"Kalau dari PMK yang baru saja ditetapkan, bagi mau re-apply tunggu 12 bulan dari pencabutan," ungkap Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara (SUN) kepada detikFinance, Rabu (18/1/2017).

Seperti diketahui aturan bernomor 234/PMK.08/2016 tersebut muncul pasca pemutusan kontrak kerjasama antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan JPMorgan yang dinilai telah mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional lewat riset yang dirilis pada November 2016 lalu. JPMorgan dikeluarkan dari dealer utama SUN.

Perubahan yang paling signifikan terlihat pada sisi persyaratan untuk menjadi dealer utama serta tanggung jawab yang harus ditempuh selama menjalankan kewajiban. Ada pengetatan yang dilakukan pemerintah.

Dalam pasal 5 tertulis pemerintah berwenang menerima atau menolak permohonan untuk menjadi dealer utama dengan pertimbangan kebutuhan, rekam jejak bank dan perusahaan efek dan efektifitas penerapan sistem dealer utama.

Kemudian pasal 7A, dealer utama wajib menjaga hubungan kemitraan dengan pemerintah yang berlandaskan pada asas profesionalitas, integritas, penghindaran benturan kepentingan dan memperhatikan kepentingan Indonesia.

Pemerintah juga mengatur mekanisme pencabutan perusahaan sebagai dealer utama. Dealer utama akan menerima surat pemberitahuan menempati peringkat terbawah selama dua periode berturut-turut berdasarkan hasil evaluasi. Selanjutnya diikuti dengan surat peringatan dan pemutusan kontrak kerjasama.

Pertimbangan pencabutan adalah jumlah dealer utama, ketersediaan calon, target dan daya serap atas penerbitan SUN dan pengembangan likuiditas SUN di pasar sekuender. (mkj/ang)