Bahkan kepesertaan program jaminan pensiun telah mencapai 9 juta orang sejak diluncurkan Juli 2015. Total iuran yang dikumpulkan juga telah melebihi target yang ditetapkan yaitu mencapai Rp 48,53 triliun atau 114% dari target 2016.
Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, pencapaian (unaudit) melebihi target ini berkat kerja keras seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dengan dukungan berbagai pihak termasuk Kementerian dan Lembaga terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menambahkan, kepesertaan sektor BPU meningkat signifikan 378% dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai 1,37 juta peserta. Pencapaian kepesertaan BPU ini juga melebihi target yang ditetapkan untuk tahun 2016 atau mencapai 226%.
Dari sisi pembayaran manfaat pada tahun 2016, BPJS Ketenagakerjaan juga dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan besaran klaim masih di bawah yang ditargetkan.
"Klaim yang dibayarkan pada Desember 2016 mencapai Rp 20,06 triliun atau 77% dari estimasi. Klaim terbesar berasal dari Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp 18,6 triliun dari 2,2 juta kasus sebagai dampak regulasi yang membuka peluang pencairan karena PHK atau resign. Namun secara keseluruhan claim ratio kami masih sangat terkendali," tambah Agus.
Sementara dari sisi dana kelolaan, dana yang terkumpul telah mencapai Rp 260,54 triliun dengan tingkat return investasi mencapai 9,43%. Hal ini juga telah melebihi target dana investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016, yaitu sebesar 106% dari target.
"Trend pencapaian yang diraih pada tahun 2016 ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, seperti peningkatan kepesertaan aktif yang mencapai 17% dan penerimaan iuran 35% lebih besar dibanding tahun 2015 dengan dana investasi yang juga meningkat sebesar 26% dari tahun sebelumnya," ungkap Agus.
Agus juga menambahkan beberapa inisiatif strategis yang dijalankan pada tahun 2016 telah menunjukkan perkembangan positif.
"Inisiatif-inisiatif yang kami kembangkan juga telah berjalan sesuai rencana, di antaranya kerja sama Service Point Office (SPO) dengan perbankan untuk pelayanan, perluasan kepesertaan dengan sistem keagenan yang diadopsi dari Sharousi Jepang, yaitu Agen PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia), perlindungan pekerja rentan melalui sistem crowdfunding melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), pemberian manfaat keseharian melalui mekanisme co-marketing dengan mitra dan peningkatan kepatuhan melalui sistem pengaduan oleh peserta di BPJSTK Mobile," jelas Agus.
Saat ini, kinerja yang dicapai melalui inisiatif strategis tersebut cukup baik dengan jumlah SPO sebanyak 2.309 di seluruh Indonesia, perolehan kepesertaan sebanyak 252.702 peserta melalui program GN Lingkaran dan 2.723 melalui pilot project program PERISAI di Yogyakarta dan Jember selama 2 bulan.
Sementara untuk jumlah aduan melalui BPJSTK Mobile mencapai sebanyak 33.467 pelapor dan kerjasama co-marketing dengan 411 merchant yang menawarkan potongan harga untuk restoran, hotel, dan lain sebagainya.
Namun Agus juga menambahkan, untuk tahun 2017 masih banyak tantangan yang harus dihadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam tugasnya melindungi seluruh pekerja di Indonesia.
"Kami akan bekerja lebih keras di tahun depan untuk memastikan tercapainya universal coverage secara bertahap. Semua Inisiatif strategis yang telah dijalankan akan dioptimalkan untuk mendorong peningkatan kepesertaan, termasuk pengembangan manfaat tambahan seperti perumahan. Kami juga akan meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait, termasuk untuk mengevaluasi besaran iuran jaminan pensiun," ujar Agus.
Tahun 2017 akan menjadi spesial bagi BPJS Ketenagakerjaan karena pada tahun ini, genap 40 tahun BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja Indonesia sejak berdirinya Perum Astek pada tahun 1977.
Tahun 2017 ini, target yang ditetapkan juga ditingkatkan dari tahun sebelumnya didukung strategi yang tepat dengan tema 'Memperkuat Kapasitas Organisasi dan Kemitraan Strategis untuk Optimalisasi Cakupan Kepesertaan'.
Dari sisi kepesertaan, total tenaga kerja aktif tahun 2017 ditargetkan mencapai 25,2 juta orang atau meningkat 11% dari 2016. Sementara iuran ditargetkan mencapai Rp 55,37 triliun atau meningkat 14% dari 2016.
Dari sisi dana kelolaan ditargetkan mencapai Rp 297 triliun atau meningkat 14% dari tahun 2016.
Untuk tahun 2017, inisiatif strategis yang ada akan semakin ditingkatkan, mulai dari memperbanyak kerjasama co-marketing dengan perusahaan mitra BPJS Ketenagakerjaan, Optimalisasi BPJSTK Mobile, peningkatan kepesertaan dari pekerja rentan melalui program GN Lingkaran, dan optimalisasi PERISAI.
"Kami optimistis, dengan kerja keras dan cerdas serta kolaborasi yang lebih baik dengan berbagai pihak, dan didukung kondisi perekonomian tahun 2017 yang semakin baik, kami akan mampu mencapai target kepesertaan aktif lebih dari 25 juta orang," pungkas Agus. (ang/hns)











































