Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan pada tahun tahun 2017 ini menargetkan kepesertaan 25,2 juta orang atau meningkat 11% dari 2016. Pada tahun 2016 kepesertaan aktif mencapai 22.6 juta orang atau 103% dari target.
Untuk mencapai target, dibuat sistem keagenan yang diadopsi dari Sharousi Jepang, yaitu Agen PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia). Yogyakarta dan Jember menjadi pilot project agen Perisai. Selanjutnya pada bulan Januari ini dikembangkan ke 11 daerah lain dan akan diterapkan secara merata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi lain yakni kerjasama Service Point Office (SPO) dengan perbankan untuk pelayanan, perlindungan pekerja rentan melalui sistem crowdfunding melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), pemberian manfaat keseharian melalui mekanisme co-marketing dengan mitra dan peningkatan kepatuhan melalui sistem pengaduan oleh peserta di BPJSTK Mobile.
Untuk kepesertaan program jaminan pensiun telah mencapai 9 juta orang sejak diluncurkan Juli 2015. Total iuran yang dikumpulkan telah melebihi target yang ditetapkan yaitu mencapai Rp 48,53 triliun atau 114% dari target 2016.
Dari sisi pembayaran manfaat pada tahun 2016, Klaim yang dibayarkan pada Desember 2016 mencapai Rp 20,06 triliun atau 77% dari estimasi. Klaim terbesar berasal dari Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp 18,6 triliun dari 2,2 juta kasus sebagai dampak regulasi yang membuka peluang pencairan karena PHK atau resign.
Sementara dari sisi dana kelolaan, dana yang terkumpul telah mencapai Rp 260,54 Triliun dengan tingkat return investasi mencapai 9,43%. Hal ini juga telah melebihi target dana investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016, yaitu sebesar 106% dari target. (ang/ang)











































