Proyeksi BI: Inflasi 2017 di Atas 4%

Proyeksi BI: Inflasi 2017 di Atas 4%

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 19 Jan 2017 18:43 WIB
Proyeksi BI: Inflasi 2017 di Atas 4%
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada 2016. Adalah di atas 4% yang disebabkan oleh dari sisi tarif dasar listrik.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung usai RDG di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Juda menyebutkan, peningkatan inflasi pada 2017 karena terpengaruh komponen harga yang diatur pemerintah atau administered price. "Terkait dengan inflasi, di 2017 barang kali tidak serendah di 2016," kata Juda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai administered prices tersebut ada yang sudah dilakukan seperti tarif dasar listrik, kenaikan biaya administrasi surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta reformasi subsidi. "Maka 2017 perkiraan kami baseline bisa didekat di atas 4%. Kami setuju dengan apa yang disampaikan Bu Sri Mulyani Indrawati kemungkinan di atas 4%," jelasnya.

Tidak hanya itu, harga pangan yang bergejolak (volatile food) harus dipastikan tetap berjaga. Sepanjang 2016, administered price berada di level 0,21%.

"Tahun ini dengan adanya administered price ini perlu kami perhatikan. Tapi perlu digaris bawahi bahwa ini kelanjutan reformasi yang akan dilakukan pemerintah, subsidi. Ini positif dari sisi fiskal dan positif dalam konteks konsistensi reformasi subsidi," kata dia.

Inflasi pada pekan kedua Januari 2017 diproyeksi sebesar 0,69%. Tarif dasar listrik dan harga pangan seperti cabai menjadi pendorong utama inflasi. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads