BPJS Ketenagakerjaan Target Layani 25 Juta Pekerja di 2017

BPJS Ketenagakerjaan Target Layani 25 Juta Pekerja di 2017

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 23 Jan 2017 18:08 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Target Layani 25 Juta Pekerja di 2017
Foto: dok. BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah kepesertaan tenaga kerja aktif tahun 2017 mencapai 25,2 juta orang, atau meningkat 11% dari 2016. Sementara iuran ditargetkan mencapai Rp 55,37 triliun atau meningkat 14% dari 2016. Dan dana kelolaan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 297 triliun, naik 14% dari tahun 2016.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan sendiri sudah mengumpulkan kepesertaan aktif mencapai 22,6 juta orang di tahun 2016, dengan dana kelolaan mencapai Rp 260 triliun.

"Target kepesertaan tahun ini 25,2 juta dengan dana kelolaan Rp 297 triliun," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di Kemendes, Jakarta, Senin (23/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna mencapai target ini, ke depan BPJS Ketenagakerjaan akan mengupayakan melalui sinergi dengan semua pihak untuk mendukung perluasan kepesertaan. Sesuai dengan misi universal coverage, BPJS Ketenagakerjaan akan mengincar semua angkatan kerja baik formal maupun informal, baik upah maupun non upah.

"Kami akan bersinergi dengan seluruh Kementerian/Lembaga, badan dan perusahaan untuk mengikutsertakan seluruh tenaga kerjanya, khususnya untuk tenaga kerja non ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk dapat jaminan sosial," tutur Agus.

Perlindungan jaminan ketenagakerjaan sendiri penting, karena resiko sosial ekonomi yang terjadi akibat kecelakaan, kematian, memasuki hari tua ataupun pensiun dapat menyebabkan kerentanan peserta untuk berhenti pendapatan tetapnya. Sehingga sangat rentan dalam menopang keberlangsungan ekonominya.

Hal ini pula yang mendorong BPJS Ketenagakerjaan membentuk agen-agen di daerah, melalui program PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia), yang saat ini tengah dilakukan percobaan di dua kota, yakni Yogyakarta dan Jember.

Agen-agen inilah yang akan memberikan sosialisasi, melakukan rekruitmen dan collecting pembayaran jaminan sosial kepada BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi memang tujuan utama kita adalah perluasan cakupan kepesertaan. Ini mengandung arti jumlahnya ditambah, dan area kepesertaannya diperluas. Tentunya kita tidak bisa bekerja sendiri, kami sangat tidak mungkin bisa memiliki jangkauan-jangkauan sampai ke desa-desa seluruh Indonesia, oleh karenanya kami harus bekerja sama dengan semua pihak Kementerian/Lembaga untuk bisa memperluas," ucap Agus.

"Dengan metode agency, kita harapkan itu yang bisa menopang sustainability karena para agen-agen ini akan terus melakukan pendampingan, memonitor untuk membayar biaya kepesertaan setiap bulannya," pungkasnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads