Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, perkiraan inflasi hingga di atas 4% tahun ini disebabkan karena adanya pencabutan subsidi listrik kepada sebagian pelanggan 900 VA. Selain itu, dengan adanya tren kenaikan minyak bumi juga diperkirakan membuat adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kalau kita inflasinya kelihatannya memang ada di atas 4% gitu ya, yang pasti akan disesuaikan listrik yang BBM akan dilakukan untuk meyakinkan enggak ada beban kepada fiskal yang terlalu besar," jelas Agus dalam jumpa pers High Level Meeting Koordinasi Pengendalian Inflasi TPI dan Pokjanas TPID di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum inflasi kita masih dalam range, walaupun ada peningkatan daripada 2016 kemarin," tutur Agus.
Dalam menjaga gejolak harga pangan yang ikut menyumbang inflasi, Agus mengatakan bahwa pasokan pangan harus dijamin ketersediaannya, baik dari sisi jumlah hingga distribusinya. Jika ketersediaan pangan dirasa kurang, maka kebijakan impor perlu dilakukan agar kelangkaan pangan tidak membuat harganya bergejolak.
"Yakinkan ada pasokan, distribusi enggak ada hambatan. Kalau ada bencana alam atau ada kegagalan iklim, pasokan enggak ada, maka jangan ragu buat impor. Jangan sampai enggak terkendali," ujar Agus. (ang/ang)











































