Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Jan 2017 17:09 WIB

Suku Bunga Kredit Masih Turun Lambat, Ini Sebabnya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali melakukan pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga acuannya sepanjang 2016. BI 7 Days Reverse Repo Rate saat ini dipatok sebesar 4,75%, turun sekitar 1,5%.

Tidak hanya itu, besaran Giro Wajib Minimum (GWM) juga sudah diturunkan menjadi 6,5%.

Pelonggaran moneter ini ternyata belum mampu menekan suku bunga kredit di pasar. BI mencatat, suku bunga kredit baru mengalami penurunan sebesar 0,6-0,7%.

Gubernur BI Agus Martowardojo menyebutkan penyebab suku bunga kredit belum mengalami penurunan yang signifikan. Dirinya menyebutkan bahwa saat ini rasio kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) di bank per November 2015 mencapai 3,1%.

Angka tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2015 sebesar 2,4%.

"NPL itu dibandingkan akhir 2015 2,4%, jadi kalau naik ke 3,1% itu ada beberapa bank yang tingkat NPL-nya cukup tinggi. Itu biasanya agak sulit bank turunkan bunga," jelas Agus di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).

Dirinya memperkirakan, penurunan suku bunga kredit bisa terjadi di pertengahan tahun ini. Hal ini seiring dengan restrukturisasi kredit perbankan.

"Kami lihat nanti di pertengahan tahun saat restrukturisasi semakin efektif dan dan NPL terjaga maka suku bunga akan turun," kata Agus.

Agus menambahkan, suku bunga kredit untuk beberapa bank sudah menyentuh ke angka single digit alias di bawah 10%. Dirinya berharap tren penurunan suku bunga kredit bisa terjadi dalam tahun ini.

"Suku bunga untuk beberapa bank untuk nasabah korporasi sudah ada yang di bawah 10% dan 10%, tapi kami harap tingkat kredit secara umum turun," tutup Agus. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com