Kredit yang telah disalurkan BNI hingga akhir tahun 2016 tercatat sebesar Rp 393,28 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2015 Rp 326,11 triliun.
"Pertumbuhan kredit BNI pada tahun 2016 sebesar 20,6% melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan Indonesia secara umum," jelas Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo pada jumpa pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk segmen menengah dan kecil masing-masing tumbuh 19,9% dan 20,5%.
"Sedangkan sebesar Rp 65,1 triliun atau 16,5% ke segmen consumer banking, serta sisanya 11,8% disalurkan melalui kantor-kantor cabang luar negeri dan perusahaan-perusahaan anak," tutur Anggoro.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) per 31 Desember 2016 mencapai Rp 36,4 triliun atau tumbuh 5%. Transaksi kartu kredit BNI juga tercatat tumbuh 7,5% menjadi Rp 10,5 triliun.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BNI naik dari 87,8% menjadi 90,4%. Pertumbuhan kredit tersebut juga didukung dengan fundamental yang kuat di mana tingkat kecukupan modal alias Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di level 19,4%.
Ikuti Arahan Jokowi, Fokus Kredit ke UMKM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu meminta agar perbankan lebih fokus memberikan kredit ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam hal ini, sebagai salah satu bank di Indonesia, BNI siap untuk ikut dalam arahan Jokowi. Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto menyatakan bahwa di tahun ini BNI akan lebih fokus dalam menyalurkan kredit ke UMKM.
"Sesuai himbauan Presiden, Presiden berharap untuk tahun ini dan ke depan lebih fokus ke UMKM dan korporasi," tutur Suprajarto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).
Dalam arahan Jokowi beberapa hari lalu di Istana Negara, Suprajarto menambahkan, bahwa Jokowi menginginkan penyaluran kredit harus menyasar ke UMKM dan merata di berbagai daerah. Sehingga pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah bisa merata.
"Kemarin pada saat pembukaan ELP, Presiden menjelaskan satu UMKM walaupun kita dimint atumbuh kredit kemudian merata di semua daerah," kata Suprajarto.
Selain itu, BNI juga akan menyalurkan KUR ke sektor-sektor yang lebih produktif seperti perkebunan hingga pertanian. Sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak.
"Ketiga, lebih ke hal-hal produktif. Sekali lagi kita akan fokus di kecil dan menengah utamanya di KUR. KUR juga kita akan menyasar ke kredit-kredit produktif," tutur Suprajarto.
(ang/ang)











































