Strategi Pemerintah Tarik Utang di Tengah Ketidakpastian Trump

Strategi Pemerintah Tarik Utang di Tengah Ketidakpastian Trump

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 27 Jan 2017 15:25 WIB
Strategi Pemerintah Tarik Utang di Tengah Ketidakpastian Trump
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Investor masih dipenuhi ketidakpastian pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Kondisi ketidakpastian tersebut akan berpengaruh terhadap rencana penerbitan surat utang, khususnya yang berdenominasi valuta asing.

"Pasar dunia ada risiko itu, kemungkinan suku bunga The Fed. bisa jadi berimbas ke yield SBN (Surat Berharga Negara) Indonesia kalau kita ngeluarin utang," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kemenkeu Suahasil Nazara di kantornya, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Diketahui, beragam proyeksi kemudian muncul soal waktu dari kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila dalam kondisi normal, suku bunga AS diproyeksikan hanya dua kali pada tahun ini, seiring dengan kondisi perekonomian, termasuk inflasi dan tenaga kerja. Sekarang dengan adanya Trump dengan rencana di bidang fiskal bisa membuat The Fed menaikkan suku bunga sampai 3-4 kali.

Akhir tahun lalu pemerintah sudah menerbitkan global bond. Masih ada tiga jenis surat utang berdenominasi valas akan diterbitkan, yaitu sukuk global, samurai bond (yen) dan euro bond (euro).

"Nanti kita liat kapan dia akan naikkan, assessment-nya banyak. Sebaiknya kita terbitkan utang saat pasar lagi calm, nggak lagi volatile," jelasnya.

Pada sisi lain, pemerintah juga harus mempertimbangkan kebutuhan dana untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terutama pajak. Surat utang tidak bisa begitu saja diterbitkan ketika memang penerimaan sedang tinggi.

"Jangan cuma ngejar suku bunga murah, kita naikkan sekian. Begitu kita keluarin harus bayar sekian. Jadi ini harus dihitung tiap bulan berapa, pajak yang masuk berapa, potensi berapa," papar Suahasil. (mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads