Follow detikFinance
Senin 30 Jan 2017, 14:11 WIB

Tingkatkan Ekspor Usaha Kecil Menengah, LPEI Gandeng Bea Cukai

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Tingkatkan Ekspor Usaha Kecil Menengah, LPEI Gandeng Bea Cukai Foto: Dok. LPEI
Boyolali - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mendorong ekspor Industri Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor (IKME).

DJBC memberikan insentif fiskal berupa pembebasan Bea Masuk serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Atas Barang Mewah) atas impor bahan baku yang diperlukan IKM, dan memberikan kemudahan prosedur dalam pelaksanaan realisasi ekspor.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, Indonesia Eximbank membantu IKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif, bagi IKM yang membutuhkan modal kerja maupun investasi dalam rangka ekspor.

Indonesia Eximbank juga memberikan dukungan kepada UKM melalui jasa konsultasi, salah satunya dalam bentuk program Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang merupakan program berkelanjutan bagi rintisan eksportir baru dengan cara melatih dan mempersiapkan pelaku UKM untuk menjadi eksportir baru melalui pelatihan, pameran dan bimbingan.

"Tahun 2016, telah melahirkan 5 pelaku UKM baru yang berhasil melakukan ekspor perdana produk: tepung singkong, kerajinan sapu rayung, tile stone, panel penyekat dinding/ruangan, lele fillet dan dendeng beku," jelas Direktur Pelaksana II Eximbank, Indra Wijaya Supriadi, di Desa Cepogo, Boyolali, Senin (30/1/2017).

Persetujuan Prinsip atas Fasilitas Pembiayaan

Pada acara peluncuran fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) hari ini, Indonesia Eximbank memberikan persetujuan prinsip atas pemberian fasilitas pembiayaan kepada para pelaku IKM penerima fasilitas KITE, yang disampaikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan serta beberapa menteri terkait.

Industri kecil dan menengah (IKM) yang memperoleh KITE adalah IKM yang menggunakan bahan baku asal impor, kemudian mengolah menjadi hasil produksi untuk diekspor. Sementara itu, pelaku IKM yang memperoleh persetujuan prinsip pemberian fasilitas pembiayaan dari Indonesia Eximbank merupakan produsen yang mengekspor produk seperti furniture, kerajinan, tekstil, produk kulit, perhiasan mutiara dan kosmetik/perawatan tubuh.

Pada acara ini, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Perindustrian tentang Pengembangan Industri Kecil dan Industri Menengah (IKM) berorientasi ekspor, yang diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan IKM dalam meningkatkan kegiatan ekspornya melalui pemberian pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi ekspor oleh Indonesia Eximbank.

Nota Kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan kerja sama antara Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian dengan Indonesia Eximbank dalam bentuk penyediaan dan pertukaran data terkait IKM, pelatihan manajemen ekspor, serta sosialisasi dan fasilitas kepada IKM berorientasi ekspor.

"Percepatan implementasi pemanfaatan skema pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi dalam rangka pengembangan IKM yang berorientasi ekspor," terang Indra.

Kerja sama Indonesia Eximbank dan Direktorat Jenderal IKM tersebut antara lain:

- Membuat rancangan kerja sama program pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi bagi IKM berorientasi ekspor

-Melaksanakan kegiatan lapangan dan monitoring untuk mendukung pelaksanaan kerja sama program pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi bagi IKM berorientasi ekspor

-Melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi pelaksanaan kegiatan secara berkala sesuai ruang lingkup, tugas, dan fungsi, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.

Sinergi antara Indonesia Eximbank dengan DJBC pada acara peluncuran KITE IKM oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekspor produk-produk IKM.

Kinerja Eximbank

Kinerja Indonesia Eximbank per Desember 2016 (unaudited) tercatat sangat baik. Di Desember 2016 total aset Indonesia Eximbank tercatat sebesar Rp 99,0 triliun, atau tumbuh 16,52% dari Desember tahun 2015.

Pertumbuhan ini ditopang oleh:
(1) Pembiayaan Ekspor sebesar Rp 88,5 triliun atau tumbuh 18,2% dari posisi Desember 2015
(2) Asuransi Ekspor sebesar Rp 9,4 triliun
(3) Penjaminan Ekspor sebesar Rp 8,1 triliun.

Indonesia Eximbankmeningkatkan dukungan ke sektor UKM berorientasi ekspor (UKME), di mana Pembiayaan yang diberikan kepada UKME tumbuh 44,52% pada 2016 sehingga mencapai Rp10,5 triliun.

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) tahun 2013, jumlah UKM di Indonesia mencapai 57,9 juta unit usaha dengan total pekerja sebanyak 114,1 juta orang (96,99% lapangan kerja).

UKM menyumbang 57,48% PDB Indonesia, dengan total ekspor non migas Rp182,1 triliun atau menyumbang 15,68% total ekspor non migas Indonesia. Kontribusi UKM terhadap ekspor ini relatif kecil jika dibandingkan negara lain, seperti Malaysia (20%),India (40%), Singapura (60%), Korea Selatan (60%), dan Tiongkok (70%). (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed