Follow detikFinance
Senin 30 Jan 2017, 18:50 WIB

Diusulkan Jadi Penyalur KUR, LPEI Siap Kucurkan Hingga Rp 1 T

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Diusulkan Jadi Penyalur KUR, LPEI Siap Kucurkan Hingga Rp 1 T Foto: Ardan Adhi Chandra
Boyolali - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank Indonesia diusulkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa menjadi agen penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Eximbank saat ini sudah memiliki program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE).

Dengan masuknya LPEI menjadi agen penyalur, maka target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 110 triliun bisa tercapai. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad, di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Boyolali, Senin (30/1/2017).

"Saya kira ini bagus ya, artinya OJK melihat potensinya yang sangat strategis. Apalagi sekarang ada portofolio yang menurut saya masih didanai dengan non KUR," kata Muliaman.

Usulan Eximbank sebagai agen penyalur KUR saat ini sedang dikaji. Menanggapi hal ini, Direktur Pelaksana II Eximbank, Indra Wijaya Supriadi, mengaku siap jika pihaknya diberikan amanat menyalurkan KUR.

Tentunya, penyaluran KUR ini juga harus memiliki orientasi ekspor sehingga memberikan nilai tambah bagi perdagangan Indonesia.

"Jadi saya pikir ini sinyal yang bagus. Secara umum saja diberikan fasilitas tersebut kepada IKM atau UKM. Namun secara umum berorientasi ekspor karena negara butuh devisa," ujar Indra dalam kesempatan yang sama.

Jika dipercaya menyalurkan KUR, maka di tahun pertama, LPEI menargetkan penyaluran KUR hingga Rp 1 triliun.

"Jadi kami itu mencanangkan kalau memang diberikan kewenangan di tahun pertama antara Rp 500 miliar sampai dengan Rp 1 triliun kami bisa salurkan," ujar Indra.

Penyaluran KUR, lanjut Indra, juga akan menyasar ke nasabah Eximbank sendiri. Tentunya ke depan, penyaluran KUR oleh Eximbank jika diizinkan oleh pemerintah akan diperluas. Sehingga nasabah bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang rendah.

"Dengan adanya KUR ini akan menurunkan suku bunga yang mereka harus bayar. Jadi kami enggak usah cari yang baru, yang lama saja yang tadinya pembiayaan dua digit sekarang jadi satu digit," tutup Indra. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed