Demikian data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dikutip detikFinance, Selasa (31/1/2017).
Dalam rinciannya, penerbitan SUN pertama dilangsungkan pada 3 Januari 2017 dengan total 5 seri, yakni seri SPN03170404 (new issuance), SPN12180104 (new issuance), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening) dan FR0072 (reopening). Nominal penawaran yang masuk adalah Rp 36,9 triliun akan tetapi yang diterima Rp 15 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 17 Januari 2017, pemerintah menerbitkan SUN untuk seri SPN03170418 (new issuance), SPN12180104 (reopening), FR0059 (reopening), FR0074 (reopening) dan FR0072 (reopening). Penawaran yang masuk Rp 53,6 triliun, meskipun kemudian yang diterima Rp 20,3 triliun.
Terakhir adalah 31 Januari dengan seri SPN03170501 (new issuance), SPN12180201 (new issuance), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening) dan FR0074 (reopening). Penawaran masuk Rp 49,4 triliun, tapi yang ditarik adalah Rp 22 triliun.
Pemerintah memang ingin cepat mengamankan pembiayaan defisit APBN 2017 lewat penarikan utang di awal tahun. Adapun defisit APBN 2017 adalah 2,41% terhadap PDB atau setara dengan Rp 330,2 triliun.
Pada Desember 2016, pemerintah juga telah menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS atau global bond sebesar US$ 3,5 miliar. Sampai dengan akhir 2017 total utang baru yang akan ditarik adalah Rp 384,7 triliun.
(mkj/wdl)











































