Ini menandakan Sri Mulyani sangat berhati-hati, terutama dalam penerbitan surat utang berdenominasi valuta asing (valas).
Kebijakan Trump dari sisi fiskal, seperti pemangkasan pajak dan agresifitas dalam belanja akan berpengaruh terhadap keputusan Bank Sentral AS Federal Rerserve (The Fed) dalam memutuskan kenaikan suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sisi assesment terhadap risikonya, kami akan evaluasi dan kami tak akan buat statement yang locked in kita. Situasi tahun 2017 akan terus kita pantau dan cari strategi penerbitan SUN terbaik," paparnya.
Penerbitan surat utang dibutuhkan untuk menutupi selisih antara belanja dan penerimaan negara pada 2017. Pada 2017, direncanakan defisit APBN 2017 adalah 2,41% terhadap PDB atau setara dengan Rp 330,2 triliun.
Pada Desember 2016, pemerintah juga telah menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS atau global bond sebesar US$ 3,5 miliar. Selama Januari 2017, pemerintah sudah berulang kali menerbitkan surat utang negara (SUN) untuk membiayai belanja negara. Terhitung sampai sekarang sudah Rp 63,8 triliun utang yang masuk ke kas negara. (mkj/mca)











































