Sri Mulyani Pantau Trump Sebelum Terbitkan Surat Utang

Sri Mulyani Pantau Trump Sebelum Terbitkan Surat Utang

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 03 Feb 2017 18:41 WIB
Sri Mulyani Pantau Trump Sebelum Terbitkan Surat Utang
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus memantau perkembangan dari Amerika Serikat (AS). Khususnya rencana kebijakan yang akan dijalankan oleh Presiden AS Donald Trump dalam waktu dekat dan jangka menengah.

Ini menandakan Sri Mulyani sangat berhati-hati, terutama dalam penerbitan surat utang berdenominasi valuta asing (valas).

Kebijakan Trump dari sisi fiskal, seperti pemangkasan pajak dan agresifitas dalam belanja akan berpengaruh terhadap keputusan Bank Sentral AS Federal Rerserve (The Fed) dalam memutuskan kenaikan suku bunga acuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penerbitan Surat Utang Negara (SUN), berhubungan dengan apa yang terjadi dengan The Fed, kami akan evaluasi startegi untuk mencari pasar dari global bond yang paling stabil," ujar Sri Mulyani saat paparan hasil rapat KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

"Dari sisi assesment terhadap risikonya, kami akan evaluasi dan kami tak akan buat statement yang locked in kita. Situasi tahun 2017 akan terus kita pantau dan cari strategi penerbitan SUN terbaik," paparnya.

Penerbitan surat utang dibutuhkan untuk menutupi selisih antara belanja dan penerimaan negara pada 2017. Pada 2017, direncanakan defisit APBN 2017 adalah 2,41% terhadap PDB atau setara dengan Rp 330,2 triliun.

Pada Desember 2016, pemerintah juga telah menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS atau global bond sebesar US$ 3,5 miliar. Selama Januari 2017, pemerintah sudah berulang kali menerbitkan surat utang negara (SUN) untuk membiayai belanja negara. Terhitung sampai sekarang sudah Rp 63,8 triliun utang yang masuk ke kas negara. (mkj/mca)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads