Acara tersebut diselenggarakan bersamaan dengan acara peresmian rumah warga Komunitas Adat Terpencil oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Turut hadir Dirjen Pemberdayaan Sosial Hartono Laras, Bupati Bolaang Mongondow Selatan Herson Mayulu dan wakilnya Iskandar Kamaru. Sebagai bentuk rasa syukur PLN juga turut memberikan bantuan CSR melalui program PLN Peduli berupa 65 set kompor gas siap pakai untuk warga Komunitas Adat Terpencil Desa Perjuangan.
Dalam kesempatan tersebut Khofifah berpesan bahwa kegiatan pemberdayaan sosial bukan hanya tugas dari kementrian saja, namun kita semua juga diharapkan peduli terhadap hal tersebut. Khofifah sangat mengapresiasi atas bantuan yang diberikan PLN terhadap Desa Perjuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baringin menyampaikan bahwa tedapat 50 Desa yang ditargetkan terlistriki pada tahun 2017. Namun terdapat beberapa desa yang sudah terlistriki pada akhir 2016 yaitu Desa Paisulelang, Desa Bahari Makmur, Dusun Tiga Lompongan di Luwuk serta Desa Perjuangan di Bolsel.
"Salah satu yang menarik dari desa Paisulelang adalah sejak tahun 2000, setelah terkena bencana alam gempa bumi, masyarakat desa Paisulelang hidup tanpa merasakan aliran listrik selama 16 tahun lamanya. Sehingga listrik yang masuk ke desa tersebut pada tahun 2016 lalu, menjadi kado Natal dan Tahun Baru yang sangat berkesan dari PLN," kata Baringin dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (3/2/2017).
Hal ini merupakan kebanggan bagi PLN dengan tekad menerangi seluruh negeri hingga pelosok desa yang masih terpencil. Harapanya di tahun 2017 ini PLN dapat menerangi desa-desa lainya di Sulut. Dengan semangat menerangi hingga ujung negeri, PLN akan terus berusaha agar desa/dusun yang hingga saat ini belum menikmati listrik dapat segera menikmati listrik. "Dukungan dan kerjasama baik dari masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada merupakan harapan besar PLN dalam membangun kelistrikan di wilayah Suluttenggo," pungkas Baringin. (mca/dna)











































