Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Feb 2017 20:15 WIB

Begini Cara AJB Bumiputera Bisa Dapat Modal Penyelamatan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dalam kondisi keuangan tidak sehat. AJB Bumiputera di bawah pengelola statuter masih mencari investor untuk melakukan restrukturisasi utangnya.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dumoly Pardede, menyebutkan ada beberapa pilihan untuk penyelamatan asuransi tertua di Indonesia ini.

Salah satunya adalah komitmen suntikan modal dari konsorsium Erick Thohir sebesar Rp 2 triliun. Dari komitmen tersebut, uang yang sudah masuk mencapai Rp 1,1 triliun.

"Jangan sebut Erick Thohir lah, bilang saja investor. Investor itu ada masuk tapi kan itu bukan sendiri kan beliau, konsorsium. Rp 1,1 triliun memang segitu, sisanya melalui promissory note oleh PT Bumiputera Properti," kata Dumoly di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Promissory note alias surat kesanggupan bayar yang akan diterbitkan oleh anak usaha AJB Bumiputera sebesar Rp 3,3 triliun. Penerbitan surat kesanggupan bayar tersebut diterbitkan dengan jangka waktu 3 tahun dan bunga 6,5% per tahunnya.

"Rp 3,3 triliun, bunga 6,5% selama 3 tahun," tutur Dumoly.

Dumoly menilai suntikan modal tersebut cukup, belum lagi ditambah dengan adanya bagi hasil Bumiputera Life dan premi lanjutan dari PT Asuransi Jiwa Bumiputera yang akan diluncurkan 12 Februari 2017.

"Jadi tiga sumbernya, promissory note bunganya dan principalnya, premi lanjutan, sama bagi hasil dari Bumiputera Life," tutup Dumoly.

Seperti diketahui, PT Asuransi Jiwa Bumiputera yang akan diluncurkan 12 Februari mendatang bernaung di bawah induk usaha PT Bumiputera 1912. Perusahaan induk tersebut didirikan manajemen AJB Bumiputera untuk keperluan restrukturisasi perusahaan.

PT Asuransi Jiwa Bumiputera akan melanjutkan bisnis asuransi dengan mencari pemegang polis baru. Sedangkan, AJB Bumiputera dinonaktifkan dan hanya mengelola pemegang polis yang lama. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com