Besarnya jumlah tersebut tidak terlepas dari sisi prestise kursi DK OJK. Sebagai DK OJK artinya akan mengawasi seluruh industri keuangan, baik pasar modal, perbankan dan industri keuangan lain non perbankan.
"Ini memang prestisius jabatannya," ungkap Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, kepada detikFinance, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang dari 834 calon sudah dipangkas menjadi 107 calon, yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari politisi, bankir, pelaku industri asuransi dan pasar modal, pakar hukum, akuntan, hingga akademisi.
"Karena peminatnya besar, makanya harapannya besar juga orang-orang yang menjadi DK OJK juga adalah orang yang tersaring dengan benar," jelasnya.
David menuturkan, banyak orang yang menginginkan jabatan namun secara kompetensi tidak cukup memenuhi. Akan tetapi juga ada yang memenuhi kompetensi, namun tidak minat akan jabatannya. "Ini kan dibutuhkan kepiawaian Pansel untuk melihat sosok yang tepat," kata David.
OJK memiliki tugas berat ke depannya. Ada ketidakpastian global yang harus dihadapi oleh Indonesia. Bila tidak menyiapkan antisipasi, maka kondisi ekonomi Indonesia yang sekarang membaik malah kemudian turun.
"Jadi DK OJK pastinya harus paham dunia finansial, karena itu adalah basic. Meskipun kemudian dia beralih ke sektor rill, tapi basicnya adalah finansial," pungkasnya. (mkj/dnl)











































