Pada 2016, Bank Mandiri menetapkan target pertumbuhan portofolio kredit sebesar 10-12%. Adapun, nilai yang disalurkan sekitar Rp 600 triliun.
"Tahun lalu tumbuh 10,67%," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo usai acara konferensi pers Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sawit itu agresif dan kita 11-12% portofolio kita di sawit, kemudian kita juga aktif di mineral," kata dia.
Selain segmen korporasi, pembiayaan di sektor konsumen dan mikro seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kendaraan bermotor juga mengalami perbaikan, serta penopang lainnya dari segmen mikro yang tumbuh 20%.
Melihat realisasi tersebut, Tiko menuturkan, target pertumbuhan kredit Bank Mandiri di 2017 sebesar 13% atau tumbuh jika dibandingkan realisasi kredit di 2016.
Bahkan, target pertumbuhan kredit Bank Mandiri di 2017 juga lebih tinggi satu persen dari yang ditetapkan Bank Indonesia yakni sebesar 10-12%.
"Tahun ini 13%, kalau market 11-12%, kita di atas market 1%," ungkapnya.
Dengan target 13% tersebut, maka total kredit Bank Mandiri tahun ini diprediksi mencapai Rp 678 triliun. (ang/ang)











































