Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pereknomian Darmin Nasution pada saat rapat kerja mengenai evaluasi KUR 2016 dan rencana KUR 2017 di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (9/2/2017).
"Penyaluran KUR 2017 sesuai pokok kebijakannya, komite kebijakan menetapkan Rp 110 triliun, sesuai usulan plafon penyalur sudah kita terima serta rekomendasi OJK," kata Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap saja urutannya tidak berubah banyak atau hampir tidak berubah. BRI, Bank Mandiri, BNI, BPD Bali urutannya masih sama," jelasnya.
Dari APBN, kata Darmin, pemerintah menganggarkan Rp 9,43 triliun dengan subsidi bunga KUR Rp 9,22 triliun, dan imbal jasa pelaksanaan untuk periode tahun lalu yang belum terselesaikan administrasinya sebesar Rp 403,3 miliar.
"Maka 2017, kami ingin supaya pertanian, perburuan, kehutanan, perikanan, industri pengolahan bukan lagi 22,6% tapi bisa sampai 40%, bukan berarti yang lain tidak produktif, tapi kalau perdagangan biar pinjam (bunganya) yang lebih mahal saja lah," jelasnya. (mkj/mkj)











































