Hal ini dipertanyakan anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP, Maruarar Sirait.
"Saya ingin tanyakan kenapa penyaluran KUR masih terfokus di Jawa dan tidak merata, ini tidak sejalan dengan nawacita," ujar Ara, panggilan akrab Maruarar dalam rapat antara Komisi XI DPR dengan pemerintah, Jakarta, Kamis (9/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak lihat ada ketimpangan, karena 54% orang miskin ada di Jawa," kata Darmin.
Darmin menuturkan, penyaluran KUR yang masih terfokus jangan dilihat sebagai ketimpangan. Sebab, produksi padi tertinggi pun berada di pulau Jawa dengan 51,6 juta ton.
"Tolong jangan lihat ini konsentrasi ketimpangan, memang yang terbanyak di Jawa, padinya produksinya begitu, ya KUR-nya juga dong," tambahnya.
Diketahui, dari total KUR Rp 94,4 triliun yang disalurkan pemerintah masih didominasi di Pulau Jawa, dengan Jawa Tengah 17,9% atau Rp 16,9 triliun, Jawa Timur 15,5% atau Rp 14,6 triliun, Jawa Barat 12,6% atau Rp 11,9 triliun. Sedangkan penyaluran di luar pulau Jawa, seperti Sulawesi Selatan sebesar 5,4% atau Rp 5,1 triliun, Sumatera Selatan sebesar 4,6% atau Rp 4,3 triliun.
Dengan kata lain, penyaluran KUR berdasar sebaran, Pulau Jawa sebesar 54,6%, Sumatera sebesar 20,2%, Sulawesi sebesar 9,4%, Bali sebesar 7,4%, Kalimantan sebesar 6,1%, Papua sebesar 1,6% dan Maluku sebesar 0,7%. (hns/hns)











































