Meski BI Intervensi, Rupiah Masih Tetap Tertekan

Meski BI Intervensi, Rupiah Masih Tetap Tertekan

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2005 09:49 WIB
Jakarta - Bank Indonesia Jumat (15/4/2005) pagi ini ditengari telah melakukan aksi intervensi ke pasar uang menyusul semakin melemahnya nilai tukar rupiah yang tembus ke atas Rp 9.500 per US$ 1. Meski demikian, rupiah tampaknya masih bertahan di atas Rp 9.500 per US$ 1."Kalau melihat kencenderungannya rupiah masih akan melemah meskipun range-nya tidak terlalu lebar," kata analis Valas dari Bank BNI Hindria Listyadi kepada detikcom, di Jakarta.Saat pembukaan rupiah terpantau di Rp 9.530 per US$ 1 melemah dibandingkan dengan penutupan kemarin yang terpantau di Rp 9.520 per US$ 1. Namun akibat aksi jual dolar oleh sejumlah bank BUMN membuat rupiah akan tenang di kisaran Rp 9.510-Rp 9.535 per US$ 1."Pelemahan rupiah ini selain disebabkan oleh melemahnya Yen Jepang juga sentimen negatif dari melemahnya bursa saham di BEJ. Disamping pelaku pasar kurang merespon positif penjualan obligasi internasional INDO-15 yang ternyata imbal hasilnya (yield) di atas ekspektasi," jelas Hindria.Dikatakannya pada perdagangan akhir pekan ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp 9.500-9.530. "Aksi jual dolar oleh bank-bank BUMN kelihatannya efektif menahan laju pelemahan rupiah. Tapi tetap saja masih sulit untuk turun di bawah Rp 9.500 per US$ 1," ujarnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads