Hal ini menjawab pertanyaan dari anggota Komisi XI DPR, Chairul Saleh yang mempersoalkan realisasi penyaluran KUR di lapangan. Chairul meragukan kredit hanya sekedar catatan di atas kertas.
"Kalau ada pertanyaan bapak Chairul Saleh perlu dibuktikan KUR itu benar-benar ada, itu sudah kita keluarkan di SIKP (Sistem Informasi Kredit Program)," katanya di ruang Rapat Komisi XI, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun realisasi penyaluran KUR per 31 Desember 2016 sebesar Rp 94,4 triliun atau 94,4% dari target penyaluran Rp 100 triliun. Darmin menyebutkan, jika berdasarkan gender, dari 100% penerima KUR, didominasi oleh kaum pria sebesar 66%, sedangkan sisanya oleh kaum wanita.
"Realisasi KUR di 2016 sebesar Rp 94 triliun ke seluruh Indonesia. Sebanyak 34 persen dari KUR itu mengalir ke (pengusaha) perempuan dan 66 persennya disalurkan ke debitur laki-laki. Tapi KUR ini bukan kredit buat laki-laki saja," pungkasnya.
Penyaluran KUR pada tahun 2016 masih didominasi sektor ritel atau perdagangan. Realisasi KUR ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan di tahun 2016 masih sebesar 22% dari realisasi penyaluran KUR Rp 94,4 triliun.
(mkj/mkj)











































