Gubernur BI Bicara Soal Rupiah di Tengah Situasi Pilkada

Gubernur BI Bicara Soal Rupiah di Tengah Situasi Pilkada

Yulida Medistiara - detikFinance
Rabu, 15 Feb 2017 15:07 WIB
Gubernur BI Bicara Soal Rupiah di Tengah Situasi Pilkada
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Pilkada Serentak digelar pada hari ini yang berlangsung di 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten se-Indonesia. Terjadinya pesta demokrasi ini diyakini tidak akan mempengaruhi rupiah untuk hari esok karena secara umum kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan terkendali di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi AS di tangan Donald Trump.

"Secara umum rupiah dalam keadaan stabil, terjaga," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, usai mencoblos, di TPS 39, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu, (15/2/2017).

"Kita memaklumi bahwa di dunia saat ini sedang banyak sekali ketidakpastian khususnya karena kondisi di Amerika, presiden barunya masih akan mengeluarkan kebijakan yang berdampak pada fiskal, moneter, ketidakpastian, dimana bunganya masih akan dinaikkan dalam tahun 2017-2019," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bank Singapura Ini Proyeksi Dolar AS di Rp 13.800 Pasca Pilkada

Ketidakpastian lainnya muncul dari kondisi politik Eropa yang mulai memanas karena pemilihan presiden pada semester I 2017 di negara Prancis, Belanda, Italia. Hal ini menurutnya akan mempengaruhi tekanan kepada ekonomi global.

Agus menjelaskan, secara umum kondisi ekonomi Indonesia membaik dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5%, inflasi yang terjaga sesuai proyeksi BI dan pemerintah, serta neraca pembayaran yang membaik pada 2016, dengan surplus US$ 12 miliar. Data-data tersebut mendorong optimisme investor terhadap Indonesia.

"Jadi ini semua membuat dana masuk ke Indonesia besar, kita tahun ini dari 1 Januari-Februari dana yang masuk sudah Rp 26 triliun dan kalau dibandingkan sepanjang tahun lalu, Rp 126 triliun rupiah, itu menunjukkan percaya dunia kepada Indonesia," imbuhnya.

Ia menyebut rupiah akan terus menguat ketika dana investasi asing atau Foreign District Investment (FDI) masuk ke Indonesia yang diikuti perbaikan ekspor. Hal itu membuat ketersediaan valas meningkat dan rupiah terjaga dengan baik.

Ia berharap, Pilkada nanti berjalan dengan baik yaitu berlangsung satu putaran saja. Jika berlangsung dua putaran maka harus ada yang diwaspadai.

"Kalau nanti Pilkada hasilnya bisa berjalan dengan baik, dan misalnya tahu-tahu ada satu putaran selesai, ini sangat membangun confident di masyarakat dan dunia, tetapi kalo 2 putaran ya kita hadapi, tapi kita berharap bahwa semua masyarakat Indonesia secara dewasa dan matang mengikuti proses demokrasi ini, tapi secara umum, ekonomi kita terjaga," ujarnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads