Risiko kenaikan inflasi sudah tercermin sejak awal tahun di mana inflasi Januari tercatat sebesar 0,97%. Lonjakan inflasi di awal tahun tidak terlepas dari kenaikan biaya administrasi STNK dan dicabutnya sebagian subsidi kepada pelanggan listrik 900 VA yang termasuk ke dalam administered price.
Target inflasi sebesar 4% plus minus 1% harus dijaga BI hingga akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika inflasi tidak dijaga dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi di golongan menengah ke bawah akan tergerus seiring berkurangnya daya beli.
Selain itu, risiko nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain juga perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan masih adanya ketidakpastian geopolitik di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Jerman.
"Tekanan nilai tukar bisa lebih tinggi karena berbagai macam headwinds (hambatan) dari ekonomi dunia, tapi fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih baik," kata Yoga. (dna/dna)











































