Bank China Ini Incar Kredit Sindikasi Infrastruktur Rp 3,5 T

Bank China Ini Incar Kredit Sindikasi Infrastruktur Rp 3,5 T

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 20 Feb 2017 12:34 WIB
Bank China Ini Incar Kredit Sindikasi Infrastruktur Rp 3,5 T
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - PT China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) tahun ini menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 60-70%. Total penyaluran kredit perseroan sepanjang tahun lalu mencapai Rp 8,2 triliun.

Direktur CCB Indonesia, Luianto Sudarmana, mengatakan penyaluran kredit tahun ini akan lebih fokus untuk membiayai sektor infrastruktur. Hal itu sejalan dengan visi dan misi pemegang saham pengendali yang baru, China Construction Bank Corporation.

"Kredit tahun lalu itu lebih kepada sektor perdagangan whole sale dan retail, sekitar 30%. Kita akan ikut ke proyek-proyek infrastruktur," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menyalurkan pendanaan ke sektor infrastruktur, perseroan mengincar sindikasi kredit. Sebab menurut Luianto pendanaan ke sektor infrastruktur cukup mahal. Setidaknya saat ini sudah ada di pipeline penyaluran kredit untuk pembangunan PLTU di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Itu proyek triliunan. Kapasitas kita belum bisa menjadi lead, kita akan menjadi member participant lah, anggota sindikasi," imbuhnya.

CCB Indonesia menargetkan penyaluran kredit sindikasi infrastruktur tahun ini sekitar Rp 3,5 triliun atau 20-25% dari target total penyaluran kredit tahun ini. Dari Rp 3,5 triliun tersebut sekitar Rp 1,5 triliun akan disalurkan untuk pembiayaan pembangunan PLTU tersebut.

"Satu proyek listrik itu 1 megawatt sekitar US$ 1,1 juta sampai US$ 1,3 juta, jadi kalau bicara 100 mw, itu kita bicara US$ 110 juta sampai US$ 130 juta. Ini besar sekali, pasti nanti akan dilakukan sindikasi," terang Luianto.

Selain itu perseroan juga akan mendapatkan suntikan modal dari holding sekitar US$ 250 juta. Dana yang akan disalurkan secara bertahap selama 3 tahun ini guna menambah modal inti perseroan agar menjadi kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III.

Selain itu, tambahan modal inti tersebut juga guna menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) sesuai batas OJK sekitar 14%. Sementara saat ini CAR CCB Indonesia berada di level 20%. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads