Direktur CCB Indonesia, Luianto Sudarmana, mengatakan penyaluran kredit tahun ini akan lebih fokus untuk membiayai sektor infrastruktur. Hal itu sejalan dengan visi dan misi pemegang saham pengendali yang baru, China Construction Bank Corporation.
"Kredit tahun lalu itu lebih kepada sektor perdagangan whole sale dan retail, sekitar 30%. Kita akan ikut ke proyek-proyek infrastruktur," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu proyek triliunan. Kapasitas kita belum bisa menjadi lead, kita akan menjadi member participant lah, anggota sindikasi," imbuhnya.
CCB Indonesia menargetkan penyaluran kredit sindikasi infrastruktur tahun ini sekitar Rp 3,5 triliun atau 20-25% dari target total penyaluran kredit tahun ini. Dari Rp 3,5 triliun tersebut sekitar Rp 1,5 triliun akan disalurkan untuk pembiayaan pembangunan PLTU tersebut.
"Satu proyek listrik itu 1 megawatt sekitar US$ 1,1 juta sampai US$ 1,3 juta, jadi kalau bicara 100 mw, itu kita bicara US$ 110 juta sampai US$ 130 juta. Ini besar sekali, pasti nanti akan dilakukan sindikasi," terang Luianto.
Selain itu perseroan juga akan mendapatkan suntikan modal dari holding sekitar US$ 250 juta. Dana yang akan disalurkan secara bertahap selama 3 tahun ini guna menambah modal inti perseroan agar menjadi kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III.
Selain itu, tambahan modal inti tersebut juga guna menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) sesuai batas OJK sekitar 14%. Sementara saat ini CAR CCB Indonesia berada di level 20%. (hns/hns)










































