BNI Multifinance Incar Pembiayaan Proyek Infrastruktur

BNI Multifinance Incar Pembiayaan Proyek Infrastruktur

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 21 Feb 2017 20:25 WIB
BNI Multifinance Incar Pembiayaan Proyek Infrastruktur
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - BNI Multifinance mengincar dapat membiayai proyek infrastruktur. Namun, untuk dapat membiayai proyek infrastruktur perusahaan pembiayaan paling tidak harus memiliki modal Rp 1 triliun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Untuk itu, Direktur Utama BNI Multifinance mengatakan ia mengusulkan penambahan dana dengan skema pinjaman langsung atau direct loan sebesar Rp 850 miliar kepada induk BNI. Saat ini usulan tersebut masih dalam proses. Namun, jika sudah turun bisa di-convert menjadi modal agar bisa membiayai infrastruktur.

"Kalau sudah turun rencananya kami bisa convert jadi modal sehingga terkumpul Rp 1 triliun jadi bisa biayai proyek infrastruktur," ujar Suwaluyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target modal terkumpul Rp 1 triliun ini dia sasar setidaknya pada 2019 atau 2020 sudah dapat membiayai proyek infrastruktur. Hal itu karena menurutnya dengan pembangunan pemerintah yang sedang gencar maka potensi pembiayaan sektor ini patut dilirik.

"Yang namanya infrastruktur itu dimana-mana lagi dibangun. Kita juga membiayai lagi bangun pembiayaan di penunjang infrastruktur itu, tapi kalau lihat celah-celah potensi yang baik. Makanya oleh pihak OJK itu suruh Multifinance bisa masuk pembiayaan infrastruktur dengan catatan modalnya bisa Rp 1 triliun, itu kita target 2019 atau 2020 itu," ujarnya.

Saat ini diakui baru membiayai sektor penunjang infrastruktur. Misalnya ketika perusahaan A membutuhkan dana untuk membeli dump truk sebagai alat pengangkut batu untuk mendukung pembangunan proyeknya.

Ia mengatakan, BNI Multifinance telah menyalurkan 10%-15% dari pembiayaan tahun 2016 Rp 428 atau nilainya Rp 30 miliar-Rp 35 miliar kepada sektor infrastruktur penunjang di tahun 2016. Di tahun 2017 ini dia membidik Rp 50 miliar-Rp 60 miliar untuk membiayai infrastruktur penunjang.

"Kalau kemarin sekitar 10%-15%, nilainya sekitar Rp 30-35 miliar karena ada beberapa. Kalau sekarang mungkin sekitar di atas Rp 50-60 miliar karena sesuai fokus BNI juga fokus ke infrastruktur," ujar Rana. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads