Tingkatkan Digital Banking, Program BNI Digination Diluncurkan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 22 Feb 2017 16:39 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meluncurkan program BNI Digination. Program ini bertujuan untuk membuka kesadaran publik bahwa teknologi digital dapat diaplikasikan dengan sebaik mungkin. Sehingga transaksi digital perbankan bisa semakin meningkat

Peluncuran BNI Digination ini dilaksanakan secara serentak di Malang, Jawa Timur dan Jakarta pada Rabu 22 Februari 2017 di Malang. Peluncuran BNI Digination dilaksanakan seiring dengan acara BNI HackFest 1st Round di Malang.

Adapun produk-produk digital yang disiapkan BNI antara lain UNIQKU, BNI Kredit Digital (Digital Loan), BNI Vision, BNI e-Collection, BNI Digital Services, hingga Dashboard Bansos. Adapun produk-produk digital yang ditampilkan perusahaan anak adalah Kredit dan Asuransi Mikro Agen46 yang di-support BNI Life, E-SMART dari BNI Securities, dan Hasanah Lifestyle Banking dari BNI Syariah.

Direktur Konsumer Banking BNI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan, melalui BNI Digination, BNI menyiapkan semua layanan yang memungkinkan publik untuk aktif menjadi penyedia layanan keuangan.

"Di masa mendatang, tidak ada lagi masyarakat yang tidak terlayani oleh bank, karena BNI adalah digital," kata Anggoro dalam peluncuran BNI Digination di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Beberapa program dan produk BNI yang memungkinkan layanan perbankan dapat diberikan oleh orang nonbank antara lain adalah pembentukan Agen46 atau branchless banking BNI yang dibentuk sebagai dukungan pada program Laku Pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian Program Warung Gotong Royong Elektronik Kelompok Usaha Bersama (e-Warong KUBE) yang merupakan Agen46 BNI yang juga memiliki tambahan layanan, yaitu sebagai penyalur bantuan sosial (kerja sama dengan Kementerian Sosial RI) dan penyalur bahan makanan bersubsidi.

Agen46 atau Agen46 pada e-Warong KUBE sama-sama dikelola oleh warga masyarakat yang tidak memiliki pengalaman menjadi bankir, namun dengan pendekatan BNI, mereka dapat memberikan layanan perbankan.

"Kami perhatikan semuanya, mulai dari transaksi besar hingga 'uang kecil'. Contohnya, untuk transaksi ritel, kami siapkan BNI UniqKu yang memungkinkan semua orang bertransaksi dengan telepon genggamnya. Sementara masyarakat yang membutuhkan pembiayaan, kami siapkan layanan yang semakin memudahkan, melalui BNI Digital Loan. Namun, kami tidak berhenti di situ, kami akan menggali semua ide dan inovasi baru di bidang Fintech (financial technology) dari semua kalangan termasuk komunitas Fintech. Untuk itulah, kami menggelar rangkaian BNI HackFest, di mana yang pertama adalah di Malang," ujar Anggoro.

Tiga Tahapan

BNI Digination merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan BNI untuk dapat membuka wawasan masyarakat Indonesia bahwa teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BNI Digination memiliki beberapa besaran aktivitas utama, yaitu tahapan build, blend, dan bang!.

Gelaran HackFest digelar di beberapa kota di Indonesia antara lain Malang pada Maret 2017, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan terakhir di Jakarta secara nasional.

Dalam tahapan build, para pelaku di bidang pemrograman dan desain untuk terlibat dalam pemilihan mitra terbaik BNI dalam implementasi teknologi digital. Tahapan ini diwujudkan dalam sebuah ajang kompetisi dengan tajuk BNI HackFest.

"Ini rangkaian BNI digination series. Kita akan mulai bagaimana lihat mereka share insidenya belajar mengenai IT HackFest di Malang," jelas Anggoro.

Berikutnya adalah tahapan blend di mana tim-tim yang terpilih dari tahapan sebelumnya akan diperlengkapi dengan sesi pembekalan dan gathering, sehingga model operasi dan bisnis dari usulan implementasi teknologi digital dapat disempurnakan.

Terakhir, di tahapan Bang!, hasil penyempurnaan akan ditampilkan dalam wadah event dengan skala nasional dan diharapkan dapat menjadi sebuah tahapan untuk mengubah pola pikir masyarakat Indonesia bahwa teknologi digital adalah sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Dibangun pilar-pilarnya di-blend, dimasak dan Agustus diluncurkannya," kata Direktur Perencanaan dan Operasional BNI, Bob Tyasika Ananta, dalam kesempatan yang sama.

Beberapa topik utama yang menjadi acuan bagi peserta HackFest pertama di Malang adalah mencari solusi dari permasalahan di bidang layanan publik, misalnya perizinan, pembayaran pajak, transportasi, kebersihan lingkungan, dan lainnya.

Selanjutnya di bidang perekonomian atau bisnis, dan bidang lainnya meliputi pendidikan, pariwisata, pertanian, dan perikanan.

Dari aplikasi-aplikasi yang sudah dibuat tersebut nantinya akan disaring yang terbaik dan yang dapat memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat Indonesia dengan menggunakan handphone. Kehadiran aplikasi tersebut nantinya juga bisa mempermudah para agen46 yang saat ini berjumlah 35.000 di seluruh Indonesia.

"Kita coba berusaha mengembangkan aplikasi yang bisa membantu menjalani kehidupan sehari-hari," tutup Bob. (hns/hns)