Gubernur BI Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Banjir

Gubernur BI Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Banjir

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 22 Feb 2017 19:51 WIB
Gubernur BI Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Banjir
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tingginya curah hujan belakangan ini membuat beberapa daerah terendam banjir. Keadaan tersebut berdampak pada kondisi perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, menjelaskan bencana alam seperti banjir turut serta berkontribusi terhadap nilai inflasi. Hal itu disebabkan bergejolaknya harga, karena gagal panen serta terhambatnya pasokan distribusi.

"Jadi kita harus menjaga kalau ada kondisi alam yang membuat misalnya volatile food tidak terjaga panennya. Dan misalnya ada masalah di distribusi atau jalur jalan itu juga bisa berdampak," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus juga mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya mengalami bencana banjir. Hal itu dilakukan, untuk tetap bisa menjaga target inflasi tahun ini akan berada sesuai target yakni 4% plus minus 1%.

"Kita sudah langsung dapat informasi kemarin di Jawa bagian utara banjir, dan bagaimana langkah di Jawa Tengah mau merespons agar tidak menekan inflasi. Jadi kondisi secara umum, kita semua sudah tahu permasalahan dan tantangannya," kata dia.

"Tantangannya kemungkinan administred price karena secara bertahap akan ada penyesuaian listrik 900 VA. Dan ini harus direspons dengan volatile food dijaga agar rendah sehingga IHK bisa sesuai target," tutupnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads