Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Mar 2017 10:12 WIB

Ambisi BRI Life Rajai Industri Asuransi Jiwa

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. BRI Life Foto: Dok. BRI Life
Jakarta - PT Asuransi BRI Life yakin bisa meningkatkan eksistensi di industri asuransi jiwa di tanah air. Meskipun anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) itu terbilang masih berkembang.

Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi mengungkapkan, saat ini total aset per Desember 2016 baru mencapai sekitar Rp 6,1-6,2 triliun. Sementara untuk total aset pengelolaan atau Asset Under Management (AUM) sekitar Rp 5,5 triliun.

"Untuk tahun ini kami targetkan meningkat menjadi Rp 8,2 triliun (meningkat 32,2%). Sementara AUM proporsional mengikuti," tuturnya saat berbingan dengan beberapa media usai acara BRI Life Bancassurance Award Night 2017 di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Sementara untuk raihan premi untuk penjualan produk asuransi melalui bank atau in branch sales bancassurance hingga Desember 2016 sekitar Rp 233 miliar. Namun raihan tersebut ternyata sudah meningkat 237% dari tahun sebelumnya.

"Di tahun sebelumnya itu cuma Rp 69 miliar, jadi kenaikannya lebih dari 3 kali lipat. Sementara untuk penjualan di agency premi kita masih di bawah Rp 100 miliar. Ada juga portofolio yang besar itu asuransi jiwa kredit, tapi itu kan premi tunggal. Cara hitung ukuran volume bisnis barunya kali 10%. Premi kita tahun lalu antar Rp 2-2,5 triliun kali 10% saja," imbuhnya.

Perseroan berencana akan menambah jumlah tenaga pemasar yang akan di tempatkan di seluruh jaringan induk BRI. Rianto memperkirakan dalam 2 tahun ke depan 3 ribu orang. Sementara saat ini jumlah tenaga pemasar in branch BRI Life sebanyak 596 orang.

Menurut Rianto, jika tenaga pemasar in branch sale bancassurance bisa meningkat hingga 3 ribu dalam 2 tahun, dia yakin bisa memperoleh premi dari penjualan bancassurance sebesar Rp 3 triliun.

"Kalau premi baru kita ambisius, di in branch kita mau naik berkali-kali. Tapi kuncinya bagaimana kita deploy orang, karena unit kerjanya BRI banyak sekali. Tapi filosofi kita bukan hanya taruh orang, sambil taruh orang produktivitasnya dinaikan. Harus berorientasi seperti itu," imbuhnya.

Dirinya sangat yakin premi penjualan dari in branch bancassurance akan sangat meningkat. Sebab BRI Life memiliki induk usaha yang memiliki jaringan terbesar.

"Saat ini saja bancassurance sudah 80%, tahun depan akan lebih besar lagi. Kalau perusahaan pemiliknya bukan bank, pasti perusahaan asuransi itu akan cari bank lain ke sana ke sini. Tapi kalau kita BRI saja sudah besar sekali, bancassurance kita tidak ambil pusing," pungkasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed