Ancang-ancang BI Jaga Rupiah Tak Bertekuk Lutut di Depan Dolar AS

Ancang-ancang BI Jaga Rupiah Tak Bertekuk Lutut di Depan Dolar AS

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 12:09 WIB
Ancang-ancang BI Jaga Rupiah Tak Bertekuk Lutut di Depan Dolar AS
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pertengahan bulan ini merupakan waktu keputusan soal suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate (FFR) melalui The Federal Open Market Committee (FOMC). Banyak yang memperkirakan suku bunga akan dinaikkan, termasuk oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Indikasi kenaikan, kata Agus terlihat dari pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen pada bulan lalu. Di mana juga seiring dengan perbaikan data-data ekonomi AS di awal tahun.

"Jadi untuk itu tentu merupakan satu perkembangan yang kita perlu waspadai," ungkap Agus di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (6/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan suku bunga akan berefek langsung pada pasar keuangan, khususnya terhadap nilai tukar. Dolar Amerika Serikat (AS) akan menjadi perkasa terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah. Agus pun harus bersiap menjaga rupiah agar tidak terlalu goyang.

"Kalau seandainya ada fed fund rate yang meningkat gitu, kemudian akan membuat minat dunia adalah untuk ke dolar AS, kemudian dolar AS terjadi penguatan," imbuhnya.

Pergerakan rupiah harus stabil meski ada guncangan dari eksternal. BI pun siap untuk selalu berada di pasar mengambil langkah intervensi lewat berbagai instrumen yang sudah tersedia sesuai aturan.

"Kita akan jaga agar tetap dalam kondisi volatilitasnya terjaga. Jadi kalau terjadi volatilitas yang tinggi pasti BI akan merespons," tegas Agus.

Kestabilan nilai tukar bisa didorong oleh data ekonomi dalam negeri yang terus membaik. Mulai dari sisi pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga defisit transaksi berjalan (currenct account deficit/CAD).

"Kita meyakini dampaknya tidak besar kepada Indonesia karena di Indonesia stabilitas sistem keuangan dan kinerja makro ekonominya cukup baik," tukasnya. (mkj/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads