Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPL industri perbankan di 2016 berada di bawah 3%. Namun menurut Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan rendahnya NPL tidak diikuti dengan kualitas aset yang baik.
"NPL memang kelihatan turun di Desember 2,9% sekian. Tapi secara keseluruhan kalau masukan di dalamnya faktor kategori 2 yang special mention itu akhir tahun lalu NPL dan spesial mention ratio itu mencapai 7,4% masih cukup tinggi," tuturnya saat berbincang dengan para media di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (6/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita perhatikan NPL dan special mention kategori 2 sampai 5 dalam kredit masih sedikit karena penurun harga komoditas dan efek value change. Bank yang masih bergulat masalah itu," imbuhnya.
Anton memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini masih meningkat tapi belum cukup membanggakan. Dia perkirakan pertumbuhan kredit tahun ini di kisaran 12-13%, sementara dana pihak ketiga di level 12,5%.
"Kredit growth akan mungkin meningkat tahun ini, tapi belum terlalu cukup bagus. Kita harapkan di atas double digit. Tapi double digit relatif lebih rendah untuk kredit growth yang kelihatan juga menjadi tekanan DPK," tukasnya.
Sedangkan untuk likuiditas perbankan, Anton memperkirakan masih cenderung longgar tahun ini. Meskipun tidak ada lagi vitamin likuiditas dari program tax amnesty.
"Likuiditas cenderung longgar, tapi pada Februari ke arah normal. Dengan kalau diambil ukuran LDR (Loan to Deposit Ratio) masih tidak jauh 90%. Tekanan likuiditas bisa saja akan muncul nanti sejalan bagaimana buget anggaran pemerintah realisasinya semester II akan lebih baik," pungkasnya. (ang/ang)











































