"Update pekan pertama secara angka belum ada tapi kalau trennya kemungkinan bisa menurun di bulan Maret," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo saat ditemui di Kantor BI, Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Hal ini kata dia, didorong oleh data ekonomi Indonesia yang secara makro menunjukkan angka yang positif, seperti indikator harga komoditas global yang naik. Hal ini kata dia berpengaruh kepada banyak negara eksportir Sumber Daya Alam, termasuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya dari sisi kegiatan ekonomi, terutama yang spasial di daerah, yang eksportir coal, CPO, itu improve. Data-data konsumsi juga membaik. Itu indikator yang positif untuk ekonomi kita," tutur Dody.
"Kita masih melihat semua data makro kita paling tidak sampai bulan ini masih bagus. Inflasi dari sisi administered price karena TTL itu tidak terhindarkan. Tapi tidak pengaruhi konsumsi," pungkasnya. (mkj/mkj)











































