Follow detikFinance
Rabu 08 Mar 2017, 12:45 WIB

Profil 30 Sosok yang Berebut Takhta OJK, Siapa Terkuat?

Maikel Jefriando - detikFinance
Profil 30 Sosok yang Berebut Takhta OJK, Siapa Terkuat? Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sebanyak 30 'petarung'untuk memperebutkan kursi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah diumumkan oleh Panitia Seleksi (Pansel). Babak baru yang yang harus dilewati selanjutnya adalah seleksi tahap IV, yaitu wawancara.

Proses seleksi segera dilangsungkan pada akhir pekan ini. Ketua Pansel DK OJK, Sri Mulyani Indrawati, beserta anggota lainnya akan mengkerucutkan daftar calon menjadi 21 nama sebelum diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bila dilihat lebih jauh, para calon yang lolos memiliki latar belakang cukup beragam. Ada yang berasal dari dalam OJK, pemerintah, kalangan bankir, akademisi hingga swasta.

detikFinance, Rabu (8/3/2017) mencoba menelusuri profil dari 30 calon tersebut. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut rinciannya:

1. Firmanzah

Firmanzah lahir di Surabaya, 7 Juli 1976. Namanya cukup populer karena merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia termuda, yakni pada usia 32 tahun di periode 2009-2013.

Firmanzah lulusan Fakultas Ekonomi UI 1998. Ia langsung terjun ke sebagai analis pasar pada sebuah perusahaan asuransi dan menjadi asisten dosen di UI.

Kemudian, Firmanzah melanjutkan studinya ke Universitas Lille di Prancis dan mendalami bidang strategi organisasi dan manajemen sekaligus menjalani studi di tingkat doktoral dalam bidang manajemen internasional dan strategis di Universitas Pau and Pays De I'Adour hingga 2005.

Firmanzah juga dikenal sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutnya di awal 2015 Firmanzah melanjutkan karir sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2014-2018, menggantikan Anies Baswedan.


2. Samsul Hidayat

Samsul Hidayat sekarang menjabat Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, 2012-2015.

Samsul merupakan lulusan Universitas Negeri Jambi, pada tahun 1991, Fakultas Ekonomi di bidang Studi Manajemen. Kemudian lanjut ke jenjang Magister di Cleveland State University dan menyelesaikannya pada tahun 1999 dengan memperoleh gelar Master of Business Administration.

Pria kelahiran Jambi, 22 Februari 1968 tersebut memulai karir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Keuangan Republik Indonesia sejak tahun 1993 dengan posisi jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Efek, Biro Transaksi dan Lembaga Efek, Bapepam – LK, 2006 hingga 2012.

3. Tirta Segara

Posisi Tirta Segara sekarang adalah Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI).

Tirta adalah lulusan The George Washington University School of Bussines, memulai pendidikan pada 1992 lalu memperoleh gelar masternya di bidang Finance pada tahun 1994.

Tirta menjalani karirnya sebagai Advisor Executive Director di International Monetary Fund pada 2001 hingga 2005 dan berkantor di Kantor Pusat IMF, Washington DC. Pada tahun 2005 kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai Kepala Divisi International Banking di Bank Indonesia dari tahun 2005 sampai dengan 2010. Setelah itu ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Deputi Bank Syariah di Bank Indonesia pada tahun 2010 sampai 2014.

4. Dwityapoetra Soeyasa Besar

Dwityapoetra Soeyasa Besar adalah Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial di Bank Indonesia dari tahun 1994 hingga saat ini.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1987 dan menyelesaikannya pada 1992. Pada 1997 hingga 1998 Dwityapoetra melanjutkan pendidikan masternya di bidang International Banking and Finance di Columbia University School of International and Public Affairs. Gelar PhD di bidang perbankan berhasil diraih pada 2010 saat menempuh pendidikan doctoral di Cass Business School University of London.

Karirnya dimulai dari Underwriting Officer di Tokio Marine pada 1992 hingga 1993 di Jakarta hingga akhirnya bekerja di Bank Indonesia pada tahun 1994. Selain bekerja di Bank Indonesia Ia juga bekerja sebagai Visiting Researcher untuk Bank of England pada tahun 2003 dan Visiting Researcher untuk Asian Development Bank (ADB) pada 2004.

Dwityapoetra dianggap sukses menjabat Departemen Supervisi Bank, Bank Indonesia Transformation Program dan Divisi Stabilitas Keuangan di Riset Perbankan dan Departemen Regulasi. Di Divisi stabilitas keuangan, Ia bertanggung jawab untuk meneliti dan mengawasi resiko pengembangan bank dan pasar modal. Dwityapoetra juga bekerja pada banking performance, struktur pasar dan stabilitas di Indonesia.

5. Edy Setiadi

Edy Setiadi saat ini menjabat Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) I Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edy Setiadi sebelumnya menjadi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) menggantikan Mulya Siregar yang pindah jabatan menjadi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan pada tahun 2012.

Sebelum tahun 2012 Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Kredit BPR dan UMKM. Pada tahun 2013 Edy pernah membantu Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain pada saat mengadakan pertemuan dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia Wilayah Bahrain (IAEI-Bahrain) untuk mengembangkan kerjasama dengan pemerintah Bahrain dalam bidang perbankan dan keuangan syariah.

6. Widyo Gunadi

Widyo Gunadi merupakan Direktur Pengembangan Organisasi Otoritas Jasa Keuangan. Awal kariernya ditempuh di Bank Indonesia sebagai peneliti. Ia cukup dikenal di lingkungan keuangan dan perbankan karena memiliki berbagai karya penelitian.

7. Lucky Fathul Aziz Hadibrata

Lucky Fathul Aziz Hadibrata, diangkat sebagai Komisaris Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 24 Maret 2015 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 27 Juli 2015.

Pria berusia 58 tahun ini menjabat sebagai Direktur Utama Dana Pensiun OJK di Periode 2015 hingga sekarang dan sebelumnya menjabat sebagai Deputi Komisioner Manajemen Strategis 1B di OJK, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI di Bandung pada tahun 2010 sampai dengan 2012, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia New York dari tahun 2007 sampai dengan 2010.

Pria kelahiran 1959 ini meraih gelar Master of Art (MA) dalam bidang Development Economics dari Boston University, Massachusetts, USA pada tahun 1985. Dan pada tahun 1991, beliau meraih gelar Master of Science (MS) dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

8. Riswinandi

Riswinandi sekarang menjabat sebagai Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) sejak tanggal 30 April 2015.

Ia lulusan Sarjana Ekonomi jurusan manajemen dari Universitas Trisakti dari tahun 1977 hingga tahun 1983. Karirnya dimulai di SGV Utomo tahun 1984-1986 sebagai Senior Assistant, menjabat sebagai Human Resourcers Group Head di PT Bank Niaga, Tbk tahun 1986-1999, menduduki posisi Kepala Dibisi Asset Management Credit (AMC) di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) 1999-2001, dan tahun 2001-Juni 2003 menjabat sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia,Tbk.

Pada tahun 2003 sampai tahun 2005 ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri, Tahun 2014-2016 menjabat sebagai Komisaris PT Asuransi Ekspor Indonesia, lalu menjabat sebagai Direktur PT Bank Mandiri pada tahun 2006-2010, dan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri sejak 17 Mei 2010 hingga 16 Maret 2015.

9. Yohanes Santoso Wibowo

Yohanes Santoso Wibowo sekarang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yohanes dikenal gencar melakukan publikasi OJK sebagai lembaga yang akan membantu masyarkat dalam bidang keuangan.

10. Adi Budiarso

Adi Budiarso sekarang mengabdi di Kementerian Keuangan, sejak 2014 lalu dengan jabatan Chief of Organisational Transformation Officer.

Adi meraih gelar diploma III di bidang akutansi pada tahun 1997 di State Accounting College (STAN), lalu melanjutkan pendidikan Magisternya di University of Southern California dan mendapatkan gelar Master of Accounting di jurusan Business Administration pada tahun 2001. Ia mendapatkan gelar doctoral dari University of Canberra School of Business and Government di bidang Business and Administration pada tahun 2013.

Dalam karirnya, Adi pernah menjadi Chief Accounting dan Finance and Administration Manager pada tahun 1995 – 1997 di Aminta Griyatama, Inc. Pada tahun 1997 – 1998 menjabat sebagai Assistant to Financial Controller di Rentokil Indonesia, Inc lalu menjadi Tax Specialist untuk Assistant to Finance Manager di Dupont Agricultural Product Indonesia, Inc.

Dari tahun 2001 hingga 2006 juga pernah menjadi dosen di jurusan akunting dan manajemen pada lebel magister di beberapa Universitas seperti Universitas Pelita Harapan dan Universitas Atma Jaya Jakarta. Pada tahun 2006 ia bekerja di Kementerian Keuangan sebagai Deputy Director lalu menjadi dosen kembali serta Researcher di University of Canberra pada tahun 2009 hingga tahun 2013 dengan focus mengajarkan keuangan dan akuntansi.

11. Ahmad Hidayat.

Ahmad merupakan Direktur Departemen Keuangan Internal Bank Indonesia (BI). Ahmad membidangi sektor moneter dan stabilitas keuangan. Ia juga bertugas untuk mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran dan mengawasi bank agar terjadi stabilitas moneter yang baik.

Ahmad mempunyai tugas pokok di Bank Indonesia yakni Mewujudkan Manajemen Keuangan Bank Indonesia yang transparan dan akuntabel dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Melaksanakan fungsi dan peran Chief Financial Officer (CFO) yang handal dan terpercaya.

12. Etty Retno Wulandari

Etty Retno Wulandari sekarang menjadi bagian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai Deputi Komisioner Manajemen Strategis.

Wanita bergelar Ph.D. in Accounting, dari Nanyang Technological University, Singapore in pernah menjadi anggota dari Indonesian Financial Accounting Standards Board (DSAK-IAI0 pada tahun 2004 sampai 2013 dan menjadi dosen di Universitas Indonesia.

13. Haryono Umar

Haryono Umar dikenal sejak menjadi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2007-2011.

Pria asal Prabumulih, Sumatera Selatan pada 8 September 1960 tersebut merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini mendapatkan gelar master of science di Bidang Akuntansi dari University og Houston, Texas, Amerika Serikat pada 1993. Ia meraih gelar doktoral di Bidang Ekonomi Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada 2005

Sebelum berkiprah di KPK, Haryono mengabdi pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 23 tahun lamanya dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Biro Perencanaan.

14. Maliki Heru Santosa

Maliki sekarang bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya Ia pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementrian Dalam Negeri pada tahun 2010.

Dalam masa jabatannya dia merumuskan cara peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dengan menerapkan strategi pengembangan sistem audit internal pemerintah. Audit Internal sebagai salah satu pilar governance yang memiliki kontributor penting (valuable) atas implementasi governance melalui peran assurance, kepatuhan hingga mencegah dan mendeteksi adanya fraud, serta peran sebagai konsultan belum dapat memberikan kontribusi (value) secara efektif.

15. Arif Baharudin

Arif merupakan Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Sekaligus Komisioner PT Waskita Karya dari tahun 2011 sampai sekarang.

Ia lulusan dari Jawa Timur, mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1991. Lalu melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Denver - Daniels College of Business, Amerika Serikat pada tahun 1998.

Arif pernah menjabat sebagai Komisioner Staff Member di PT Pindad dari tahun 1994 sampai tahun 1996. Dan menjadi Audit Committee Member PT pupuk Kaltim pada tahun 1999 sampai 2009. Beberapa jabatan pun pernah di duduki oleh pria lulusan Brawijaya ini yakni Head of Securities Transaction and Institution Bureau Kementrian Keuangan 2008-2009, Advisor to Board Member PT Garuda Indonesia 2010-2011, Commissioner PT Kaltim Industrial Estate 2009-2012, Director International Rubber Consortium 2010-2012, Director of Segregated State Asset Kementerian Keuangan 2009 – 2013, Commissioner PT Indonesia Infrastructure Finance 2010-2014.

16. Hoesen

Hoesen Mantan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia

Lahir di Jakarta pada tanggal 21 Februari 1966. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2012. Sebelumnya dia menduduki posisi President Director of Indonesian Central Counterparty (KPEI), 2009 – 2012.

Lulusan sarjana dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1990 dan Master of Financial Management dari Universitas Pelita Harapan ini juga aktif dalam kegiatan internasional ataupun nasional di bidang aktifitas pasar modal.

17. Nurhaida

Nurhaida sekarang masih menduduki kursi DK OJK. Ia merupakan salah satu sosok yang lolos seleksi di antara anggota DK OJK lainnya.

Nurhaida lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juni 1959, adalah seorang ekonom Indonesia. Ia merupakan ahli pasar modal yang menjabat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sejak Februari 2011 menggantikan Fuad Rahmany yang diangkat menjadi dirjen pajak. Ia merupakan perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.

Dengan prestasinya yang gemilang di Bapepam, Nurhaida lalu dinaikkan jabatannya menjadi kepala Biro PKP Sektor Riil-Bapepam pada 12 Mei 2006 sampai dengan September 2008. Ia kemudian ditransfer menjadi kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek pada September 2008-21 Januari 2011. Dan pada Juni 2012, Nurhaida dilantik menjadi anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Riwayat pendidikannya, Institut Teknologi Tekstil pada tahun 1985, Bandung jurusan Teknik Kimia Tekstil. Setelah itu ia mengambil gelar master di Indiana University, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat dan meraih MBA pada jurusan Business Administration pada tahun 1995.

18. Agus Santoso

Agus dikenal sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) selama lima tahun yang lalu. Sekarang Ia masih menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang.

Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 1960. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Agus lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, Jurusan Hukum Perdata, berijazah Sarjana Hukum (SH) tahun 1983 dengan memperoleh penghargaan prestasi akademik.

Lalu melanjutkan ke bidang magister Faculteit der reschtswetenschap, Rijks Universiteit Leiden, Belanda, Jurusan Public International Law, berijazah Master of Law (LL.M) tahun 1997 dengan memperoleh penghargaan prestasi akademik. Kemudian terakhir, Faculteit der reschtswetencshap, Rijks Universiteit Leiden, Belanda, jurusan Meta Juridicia, sebagai peserta jenjang S3 (AIO-Asistent in Opleidingen) di bidang Hukum Kebanksentralan, tahun 1998-2001.

19. Dyah Nastiti K. Makhijani

Dyah pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat dan Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia di Bank Indonesia (BI) pada tahun 2012.

Dyah bertugas untuk membangun organisasi Bank Indonesia yang efektif dan SDM Bank Indonesia yang kompetitif, kontributif, serta memiliki kepemimpinan (leadership) yang sesuai dengan nilai – nilai strategis Bank Indonesia guna menjawab tantangan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral. Menerapkan praktik terbaik (best practice) yang sesuai dengan kebutuhan Bank Indonesia, memberikan layanan prima (service excellence) dan mampu mewujudkan kultur berbasis kinerja tinggi.

20. Mas Achmad Daniri

Jabatannya sekarang adalah Chairman dari Indonesia National Committee on Governance dari tahun 2004 hingga saat ini. Selain itu beliau adalah President Commissioner PT Chubb General Insurance Indonesia dari tahun 2016 hingga sekarang.

Achmad Daniri ini merupakan lulusan Master of Economics dari North Carolina State University, Raleigh, USA pada tahun 1989 dan merupakan beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Pria lulusan Amerika ini karena sangat aktif dalam bidang strategi bisnis, pasar modal, tranformasi bisnis, Corporate Governance dan juga Corporate Social Responsibility maka banyak sekali terlibat untuk menjadi konsultan. Beliau merupakan pendiri PT Mitra Bhadra Consulting yang berdiri pada tahun 2012, selain itu juga menjadi Commissioner and Chairman of Audit Committee di PT Lotte Chemical Titan Tbk dari tahun 2013 sampai sekarang.

Kiprahnya di bidang keuangan juga mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadikannya anggota dalam Komite Kode Etik OJK pada tahun 2013 sampai sekarang.

21. Freddy R. Saragih

Freddy R. Saragih sekarang mengabdi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lahir pada tanggal 23 Mei 1959 ini merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada jurusan Akutansi pada tahun 1984, Yogyakarta. Selanjutnya dia melanjutkan pendidikan Masternya di jurusan Professional Accounting di University of Texas pada tahun 1992 dan mendapatkan gelar Master of Business Administration.

Freddy Saragih menjabat Kepala Pusat Pengelolaan Resiko Fiskal Kementerian Keuangan sejak tanggal 2009 hingga tahun 2014. Ia juga menjabat sebagai Commissioner PT Wijaya Karya Tbk (Persero) sejak tahun 2015 sampai sekarang. Saat ini Freddy menduduki posisi Managing Director Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur sejak Januari 2015.

Karir Saragih dimulai saat dia menjadi Pegawai di Bapepam yakni pada tahun 1985 hingga tahun 2000. Ia juga pernah menjadi Kepala Biro Pengelolaan Investasi dan Riset, Kepala Biro Riset dan Teknologi Informasi dan Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan.

22. Rahmat Waluyanto

Rahmat Waluyanto sekarang menjabat Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

Pada 2005, pria kelahiran Lampung, 3 Oktober 1956 itu diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan dan setahun kemudian diangkat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan hingga Juli 2012. Rahmat Waluyanto yang juga lulusan MBA bidang Finance dari University of Denver, Colorado, Amerika Serikat pernah menjabat sebagai Alternate Governor IMF atau Gubernur Bank Indonesia yang menjadi Governor IMF di Washington, D.C., AS.

Ia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta yang telah lama berkiprah di Kementerian Keuangan. Rahmat Waluyanto mengawali karier pada 1985 sebagai staf pada Direktorat Pembinaan Badan Usaha Milik Negara, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri, Kementerian Keuangan.

23. Agusman

Agusman adalah Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI).

Agusman pernah mengadakan diskusi mengenai Kajian Stabilitas Keuangan pada tahun 2014 dengan Halim Alamsyah (Deputi Gubernur BI), Anton Gunawan (Ekonom Universitas Indonesia), Sri Adiningsih (Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada) dan Benedict Bingham (IMF Senior Resident Representative for Indonesia) untuk difokuskan pada langkah-langkah memitigasi risiko sistemik termasuk transmisinya dari risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar melalui penguatan assesmen dan surveillance, penguatan koordinasi BI-OJK, penguatan akses keuangan kelompok usaha dan masyarakat kecil-menengah, serta peningkatan likuiditas pasar melalui pendalaman pasar.

Tugas utama Agusman dalam menjalani jabatan ini adalah memberikan rekomendasi kebijakan makroprudensial berdasarkan asesmen , riset, proyeksi dan penelitian yang berkualitas dalam rangka mendorong stabilitas system keuangan.

24. Heru Kristiyana

Heru Kristiyana adalah lulusan dari fakultas hukum Universitas Diponegoro Semarang. Dalam karirnya selama 34 tahun semenjak 1982 Heru telah mengabdi di Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, Bank Indonesia. Hingga akhirnya pada tahun 2014 dipindahkan tugas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Deputi Komisioner hingga saat ini.

25. Mohamad Fauzi Maulana Ichsan

Mohamad Fauzi Maulana Ichsan sekarang adalah Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Fauzi menyelesaikan pendidikan Sarjana nya di London School of Economics, University of London, Inggris. Tak lama setelah itu, Fauzi lalu melanjutkan pendidikannya di tingkat Master di The Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Amerika Serikat.

Pria yang menempuh pendidikannya di London dan Amerika ini masuk menjadi tim penasehat ekonomi Menteri Keuangan Kabinet Orde Baru, JB Sumarlin tahun 1991-1993. Sebelum bergabung dengan Standard Chartered Bank pada 2001 hingga 2015, dirinya juga sempat menjadi penasehat ekonomi senior untuk Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada tahun 1998-2000.

26. Darminto

Darminto lahir di kota Banyumas Jawa tengah adalah dosen di departemen akuntansi Universitas Indonesia. Riset dan pengajarannya adalah mengenai bidang keuangan. Selain itu ia juga mengajar di Universitas Bakrie sebagai dosen di bidang keuangan. Lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia di jurusan akuntansi tahun 1982 ini aktif dalam penelitian dan juga publikasi ilmiah.

27. Mulya Effendi Siregar

Mulya Effendi Siregar lahir di Jakarta, 14 Maret 1957 ini mulai banyak dikenal saat ia duduk sebagai peneliti bank senior tim Litbang perbankan syariah pada tahun 2002. Berawal dari keikutsertan dalam Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) BI pada tahun 1983, Mulya meniti karir di dunia ekonomi. Ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ekonomi dan Statistik Kantor Bank Indonesia Manado hanya berselang lima tahun dari awal pertama kali ia bergabung sebagai staf Bank Indonesia.

Perlahan dan pasti, karir Mulya semakin melejit, hingga Menjabat sebagai Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI pada tahun 2010 hingga sekarang. Selain meniti karir di BI, staf pengajar Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia ini pun memiliki pengalaman sebagai pembicara di berbagai seminar nasional maupun internasional di bidang Islamic Finance.

Selama menjabat sebagai direktur, Mulya dikenal sebagai pimpinan yang tekun dan cepat tanggap dalam bertindak. ia sempat menekankan pentingnya menciptakan sebuah produk baru dalam pengembangan perbankan syariah. Menurutnya, pekerjaan tersebut tak mudah, maka perlu kerjasama yang baik antara para pihak terkait untuk menjadikan ekonomi Islam sebagai sebuah solusi ekonomi masyarakat.

Pria kelahiran Jakarta ini menempuh pendidikan sarjananya di jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1980 dan pendidikan master dan doktoralnya pada jurusan Ekonomi Pertanian, Ohio State University, Amerika Serikat, 1992-1998

28. Sigit Pramono

Sigit Pramono adalah seorang bankir kenamaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Presiden direktur BII dan Direktur Utama BNI.

Pria kelahiran Batang, 14 November 1958 tersebut adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang angkatan 1983. Ia memperoleh Master of Business Administration bisnis Internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta pada tahun 1995 dan Sarjana Manajemen Perusahaan dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1983. Pendidikan lainnya yang pernah diikuti adalah Syndicated Loan di Singapura (1997), Leasing di Leasing School in Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat (1990) dan International Treasury Management Program di Singapura (1985).

Pria jawa tengah ini mulai berkarier di Bank Exim sejak 1984 sebagai officer di Cabang Semarang (1984 - 1985), Assistant Manager pada Domestic Banking Division (1985 - 1987), Assistant Manager pada Treasury & International Banking Division (1987 - 1988) serta pernah menduduki jabatan-jabatan penting lainnya yaitu sebagai Head of Loan Syndication Department (1997-1998) dan Head of Loan Remedial Division (1998-Maret 1999). Jabatan lain yang pernah dipegang adalah sebagai Vice President Director Bank Merincorp (1993-1997), Vice President Director PT Merchant Investment Corporation (1992-1993), Komisaris PT Bank Merincorp Securities (1992-1993), dan Direktur PT. Exim Leasing. Ketika krisis keuangan melanda Indonesia tahun 1997, Sigit ditugaskan untuk menangani sindikasi dan divisi penyelamatan kredit Bank Exim.

Pada tahun 2006, Sigit dipercaya para bankir menjadi Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) hingga sekarang ia sudah menjabat selama dua periode. Dan Sejak 2008, Ia diangkat sebagai Komisaris Independen Bank BCA.

29. Wimboh Santoso

Wimboh Santoso sejak 2015 lalu dipilih sebagai komisaris utama Bank Mandiri. Wimboh lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1983. Dengan bekal gelar Sarjana Ekonomi itu dia meniti karier sebagai pengawas bank di BI.

Dia lalu melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993. Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995.

Pria yang lahir pada tanggal 15 Maret 1957 di Boyolali, Jawa Tengah adalah ekonom Indonesia yang pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York pada tahun 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010 - 2012.

30. Zulkifli Zaini

Zulkifli Zaini sekarang aktif menjadi Chairman dari Indonesian Bankers Association (IBI) yang dibentuk pada tahun 2011.

Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 13 Januari 1956. Zulkifli merupakan seorang professional yang sekarang menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Negara Indonesia (BNI) berdasarkan RUPS BNI pada tanggal 17 Maret 2015. Sebelumnya, Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dari tahun 2010 hingga 2013, menggantikan Agus Martowardojo yang diangkat menjadi Menteri Keuangan RI.

Pria Bukittinggi ini dulunya adalah seorang Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus sebagai sarjana pada tahun 1980. Setelah itu ia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang ekonomi di Universitas Washington pada tahun 1994 dan mendapatkan gelar Master Business and Administration. (mkj/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed