Wimboh Santoso Disebut-sebut Calon Kuat Ketua OJK, Ini Profilnya

Wimboh Santoso Disebut-sebut Calon Kuat Ketua OJK, Ini Profilnya

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 09 Mar 2017 15:50 WIB
Wimboh Santoso Disebut-sebut Calon Kuat Ketua OJK, Ini Profilnya
Foto: Dok. Bank Mandiri
Jakarta - Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memasuki tahap IV. Ada 30 calon yang masuk dalam daftar untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara dengan Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai oleh Sri Mulyani Indrawati.

Dari daftar tersebut, sosok yang dinilai cukup kuat untuk mengisi posisi puncak DK OJK adalah Wimboh Santoso. Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, pertanda Wimboh bukan orang baru lagi industri jasa keuangan.

Berdasarkan data yang dihimpun detikFinance, Kamis (9/3/2017), karir Wimboh dimulai di Bank Indonesia (BI) pada 1984, sebagai pemeriksa bank setelah lulus dari Universitas Indonesia (UI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 1992, Wimboh melanjutkan sekolah Master in Business Administration di University of Illinois, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan program Master, tokoh risk management Indonesia ini melanjutkan program doktoral pada 1995 dan berhasil meraih gelar PhD di bidang Financial Economics di Loughborough University, Inggris pada 1999.

Dalam bidang akademis, Wimboh tercatat sebagai dosen tidak tetap dan co-promotor Mahasiswa S3 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Dosen Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Solo dan menjadi co-promotor S3 di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

Wimboh menjadi salah satu sosok yang terlibat dalam reformasi perbankan Indonesia paska krisis 1997/1998 di Direktorat Penilitian dan pengaturan perbankan dari tahun 2000-2012, dengan posisi terakhir Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan.

Saat memimpin berbagai proyek reformasi perbankan, Wimboh berhasil mengubah paradigma praktik perbankan paska krisis 1997/1998. Sejak saat itu, perbankan memulai penerapan risk management, Good Corporate Governance, risk-based supervision, tranformasi sektor pengawasan bank di Bank Indonesia.

Bahkan, berhasil membentuk unit Stabilitas Sistem Keuangan di BI serta memimpin Tim task force untuk menyiapkan pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Jaring Pengaman Sistem Keuangan yang bekerjasama dengan Kementerian Keuangan sebagai cikal bakal OJK saat ini.

Pada tahun 2012, Wimboh dipercaya untuk menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York. Baru 10 bulan menempati pos di New York, tokoh yang yang riset dan papernya sering dipublikasikan di dalam dan luar negeri ini , didaulat menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga dan Nepal sampai April 2015. Kemudian, pada Desember 2015, Wimboh menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri menggantikan Darmin Nasution yang diangkat menjadi Menko Perekonomian. (mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads