Proses wawancara dilakukan terhadap 30 calon DK OJK yang dimulai sejak 9 Maret-11 Maret 2017. Di mana, pada tahap pertama telah dilakukan kepada 11 calon, dan hari inipun dilakukan kepada 11 calon.
Salah satunya adalah Nurhaida yang saat ini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Ia mengaku, dalam lamaran DK OJK periode 2017-2022 kembali mengincar jabatan yang saat ini diemban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya saya melihat di pasar modal kita lakukan reformasi bidang pasar modal sudah berjalan dua tahun dari 2014, udah 3 tahun lah ya. Sejak 2014 kemudian dalam program kita untuk kembangkan pasar modal kita sebut ada financial market deepening itu da program-porgram yang masih berlanjut sampai 2018," kata Nurhaida di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/3/2017).
"Saya tentunya ini agar kemudian program ini berlanjut terus. Dan saya juga ingin mengawal program itu bisa dilaksanakan sampai selesai," sambungnya.
Nurhaida yang dijadwalkan menjalani proses wawancara pada pukul 14.00 WIB, baru mendapatkan giliran pada pukul 17.00 WIB dan menghabiskan kurang lebih 1 jam.
"Kan ada 3 orang, jadwal untuk jam 2. Jadi bergantian, masing-masing 1 jam lebih. Tadi saya mulai dapat jadwal sudah jam 5. Karena saya ketiga jatahnya, saya baru mulai jam 05.15 lah," tambahnya.
Selama proses wawancara, Nurhaida diminta untuk memberikan pandangan mengenai perbaikan OJK ke depan.
"Karena saya incumbent, jadi melihat apa-apa yang sudah dilakukan OJK selama ini, ke depan seperti apa, apa yang bisa dilakukan untuk membuat OJK menjadi lebih bisa berperan di dalam perekonomian kita," jelasnya.
Sebelum melakukan proses wawancara, Nurhaida mengaku memiliki persiapan, seperti tanggung jawab atas makalah yang telah dibuatnya.
"Kemudian saya persiapkan supaya saya bisa jelaskan yang lebih detil terkait dengan makalah yang saya tulis," tandasnya. (mkj/mkj)











































